Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 04 Jun 2021 16:04 WIB

TRAVEL NEWS

Jembatan Ambruk di Raja Ampat, 5 Turis yang Lagi Selfie Terluka

Antara
detikTravel
Objek wisata di Teluk Kabui, Raja Ampat.
Ilustrasi Batu Pensil Raja Ampat Foto: (libertpadjo/d'Traveler)
Sorong -

Sebanyak lima orang wisatawan mengalami luka-luka akibat jembatan di destinasi wisata Geosite Kabui yang biasa disebut batu pensil di kabupaten Raja Ampat, provinsi Papua Barat, tempat mereka berfoto ambruk. Insiden ambruknya jembatan ini membuat geger warga setempat.

Mengutip Antara, Jumat (4/6/2021) dari operator wisata lokal dan masyarakat Raja Ampat, Selasa, lima wisatawan tersebut melakukan perjalanan wisata ke Raja Ampat tidak menggunakan travel resmi tetapi menggunakan jalur ilegal untuk menghindari jumlah pungutan sesuai aturan yang dikeluarkan pemerintah daerah setempat.

Bahkan insiden yang terjadi pada 27 Mei 2021 pukul 12.15 WIT tidak dilaporkan ke instansi terkait Pemkab Raja Ampat. Insiden tersebut seakan ditutupi dari publik dan juga instansi terkait pemerintah daerah.

Informasi tentang ambruk jembatan destinasi wisata batu pensil kabupaten Raja Ampat yang mengakibatkan lima orang wisatawan terluka itu, baru viral Senin (31/5) malam, setelah para operator wisata kabupaten Raja Ampat mendapatkan pengaduan salah satu wisatawan pengguna jasa travel ilegal tersebut yang merasa dirugikan dan pengaduan ke Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif melalui situs chse.kemenparekraf.go.id.

Pengaduan melalui situs chse.kemenparekraf.go.id membuat heboh masyarakat setempat, operator wisata lokal, pemandu wisata bahkan pemerhati pariwisata yang ada di kabupaten Raja Ampat sebab mereka berwisata ke Raja Ampat langsung dari Sorong tidak melapor kepada pemerintah daerah dan tidak menggunakan jasa masyarakat lokal sebagaimana aturan pemerintah daerah bagi pelaku usaha pariwisata yang beroperasi di wilayah tersebut.

Mengutip pengaduan dari wisatawan yang mengikuti tour tersebut kepada Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif melalui situs chse.kemenparekraf.go.id , antara lain melaporkan peristiwa robohnya dermaga tempat mereka berfoto sehingga kejadian tersebut berdampak pada kerugian baik materiil maupun immaterial.

Sementara itu, pemerhati pariwisata dan juga Tokoh Adat Raja Ampat, Dorteus Wanma di Waisai mengatakan sudah melakukan pengecekan kepada masyarakat pengelola destinasi dan juga pemkab bahwa pelaksanaan wisata tidak memenuhi syarat-syarat masuk ke Raja Ampat alias ilegal.

"Kami atas nama anak adat kabupaten Raja Ampat akan menuntut secara adat dan hukum pelaksana tour yang mengakibatkan ambruk jembatan destinasi wisata batu pensil karena tidak mengikuti aturan Raja Ampat menaikkan rombongan pada jembatan destinasi melebihi kapasitas," ujarnya.



Simak Video "Menyelam Bersama Ikan, Indahnya Sajian Bawah Laut Pulau Mioskom, Raja Ampat"
[Gambas:Video 20detik]
(ddn/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA