Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 09 Jun 2021 18:47 WIB

TRAVEL NEWS

Sekilas Tentang Rumah Honai

Hari Suroto
detikTravel
Rumah Honai
Rumah Honai (Foto: Hari Suroto/Istimewa)
Jakarta -

Lembah Baliem, Papua berada di ketinggian 1.650 MDPL. Lembah ini dikenal bersuhu dingin dan sering berkabut itu adalah lokasi rumah honai.

Suku Dani yang tinggal di Lembah Baliem memiliki kearifan lokal dalam beradaptasi dengan lingkungan sekitar mereka. Bentuk kearifan lokal ini terlihat pada rumah tradisional yang dikenal dengan sebutan honai.

Honai merupakan rumah untuk pria Suku Dani, sedangkan rumah untuk wanita adalah ebe-ae, yang juga terbuat dari bahan-bahan yang sama seperti honai, namun ukurannya lebih kecil.

Honai berbentuk bundar rendah, sepintas nampak seperti jamur. Rumah ini hanya memiliki satu pintu kecil di depan dan tidak berjendela sama sekali.

Kerangka rumah honai terbuat dari batang-batang kayu kasuari, yang diikat dengan tali rotan. Dinding honai dilapisi dengan papan kayu kasuari.

Atap rumah honai berbentuk seperti payung dibuat dari ikatan-ikatan rumput kering yang disusun berlapis-lapis, setebal sekitar 15 cm.

Lantai honai umumnya sejajar dengan permukaan tanah, kadang untuk menjaga lantai tetap kering, serta menghindari air hujan masuk, lantai honai dibuat lebih tinggi.

Pintu masuk rumah honai sangat kecil dan rendah, sehingga penghuni harus merangkak untuk masuk ke dalamnya.

Rumah HonaiRumah Honai (Foto: Hari Suroto/Istimewa)

Di dalam honai, penghuni harus membungkuk, karena loteng yang terbuat dari papan-papan yang tersusun rapi di atas kerangka balok-balok juga sangat rendah.

Loteng yang ditopang oleh empat tiang yang dipancangkan di tengah ruangan bawah itu merupakan ruang tidur, yang dapat dicapai melalui sebuah lubang yang dibuat sebagai pintu masuk.

Dalam ruangan bawah terdapat tempat perapian yang dibuat diantara keempat tiang penopang loteng. Lantai ruangan dilapisi rumput kering, yang seminggu sekali sering diganti.

Pria suku Dani hampir sepanjang hari berada di luar berkebun atau aktivitas lainnya. Petang hari, mereka baru masuk ke dalam rumah honai.

Honai sekarang ini sudah dilengkapi dengan fasilitas listrik di dalam. Dayanya bersumber dari papan solar sel yang dipasang di atap rumah honai.

***

Artikel ini dibuat oleh Hari Suroto dari Balai Arkeologi Papua dan diubah seperlunya oleh redaksi.



Simak Video "Honai, Rumah Tradisional Khas Papua yang Eksotis, Wamena"
[Gambas:Video 20detik]
(msl/msl)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA