Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Senin, 09 Agu 2021 11:41 WIB

TRAVEL NEWS

Pemandian Umum Khas Jepang Hidup Segan Mati Tak Mau

Syanti Mustika
detikTravel
Two women taking bath together
Foto: Thinkstock
Jakarta -

Sento atau pemandian umum Jepang mulai redup, apalagi diterjang pandemi Corona. Namun, sedikit cahaya harapan ada di depan menunggu mereka.

Diberitakan Sora News, Senin (9/8/2021) pandemi ini menjadi keadaan yang sulit bagi sento, pemandian umum Jepang. Namun, bisa jadi di masa mendatang sento akan menjadi tempat favorit lagi.

Onsen (pemandian air panas) telah menjadi bagian dari budaya Jepang selama berabad-abad, tetapi popularitasnya meningkat drastis selama 20 tahun terakhir. Di saat kebangkitan onsen, pemandian umum atau sento Jepang yang terletak di lingkungan perkotaan atau pinggiran kota, semakin memudar secara perlahan.

Statistik sebagian besar mendukung hal ini. Pada tahun 2006, Tokyo masih memiliki total 963 sento, 873 di 23 distrik yang merupakan bagian terpadat di ibukota dan 90 lebih jauh dari pusat kota. Pada tahun 2020, hampir setengah dari mereka telah ditutup, hanya menyisakan 499 sento Tokyo yang masih beroperasi (453 di 23 lingkungan, 46 di tempat lain).

Alasan terbesar tentu saja karena beberapa generasi yang lalu, pipa ledeng dalam ruangan adalah sedikit kemewahan untuk rumah-rumah Jepang. Tapi, sekarang pipa ledeng sampai ke rumah-rumah seluruh penduduk.

Selain properti sewaan terendah, hampir setiap apartemen di Tokyo saat ini, sekecil apa pun, masih memiliki pancuran dan bak mandi berukuran sedang. Mampir secara teratur ke sento lokal bukan lagi persyaratan perawatan dan kebersihan seperti dulu, dan pergeseran menuju non-kebutuhan telah berlangsung lama.

Tetapi jika onsen lebih populer dari sebelumnya, mengapa sento tidak bernasib sama? Karena suasana dan fasilitasnya. Banyak onsen terletak di daerah pegunungan yang indah dengan restoran, lounge, atau penginapan yang terhubung.

Juga fasilitas pemandian air panas juga sering menawarkan rotenburo, bak terbuka, atau kashikiriburo, bak mandi pribadi yang dapat disewa untuk digunakan bersama oleh pasangan atau keluarga.

Namun, mungkin masih ada harapan untuk pemandian umum Tokyo.

Ya, tahun 2020 menandai tahun ke-14 berturut-turut jumlah pemandian umum di ibu kota menurun, dengan 21 yang tutup. Tahun 2020 juga mengalami penurunan jumlah rata-rata harian pelanggan per sento, yang turun menjadi 143 dibandingkan dengan 144 pada tahun 2019.

Namun, mengingat beberapa keadaan darurat terkait pandemi yang diumumkan di Tokyo selama tahun 2020, penurunan sangat kecil itu menunjukkan bahwa tahun 2020 akan melihat peningkatan pelanggan harian per pemandian umum seandainya kehidupan berjalan seperti biasa. Faktanya, 144 pelanggan per hari untuk Tokyo sento pada tahun 2019 adalah peningkatan tahunan keenam berturut-turut, setelah turun ke level terendah 119 pada tahun 2013.

Sebenarnya ada dorongan di antara beberapa orang di Jepang untuk melestarikan dan mempromosikan budaya sento dalam beberapa tahun terakhir. Mereka menarik rasa nostalgia bagi generasi tua dan menimbulkan gaya retro bagi kaula muda sekarang.

Bahkan dengan kenaikan harga 10 yen di seluruh kota untuk tiket masuk sento yang akan mulai berlaku bulan depan, harga untuk orang dewasa di Tokyo akan tetap hanya 480 yen (US$4,35). Melreka berharap dapat memperoleh dukungan yang cukup untuk bertahan dalam bisnis, karena jika dan ketika pemandian umum Tokyo hilang, mereka tidak akan kembali lagi.



Simak Video "Jepang Buka Wisata Individu Bebas Visa dan Hapus Pembatasan"
[Gambas:Video 20detik]
(sym/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA