Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Kamis, 26 Agu 2021 19:40 WIB

TRAVEL NEWS

Kisah Sedih Pengusaha Penginapan Pantai Glagah, Terpaksa Gadaikan Motor

Pantai Glagah Kulon Progo
Foto: Kawasan Pantai Glagah di Kulon Progo (Jalu Rahman Dewantara/detikTravel)

Pedagang Turut Terdampak

Nasib serupa juga menimpa para pedagang di kawasan Pantai Glagah. Ditutupnya akses menuju pantai selama PPKM membuat penghasilan mereka merosot tajam. Beralih profesi hingga menjual perhiasan jadi pilihan untuk bertahan hidup.

"Dengan kondisi kaya gini, para pedagang ada yang jualan online, nganggur, alih profesi kerja di ladang. Pokoknya bagaimana kita mencari nafkah, mencari uang buat makan kita," ungkap Pemilik warung makan sekaligus penjual oleh-oleh khas Pantai Glagah Kulon Progo, Sri Warningsih.

"Selain itu banyak juga yang jual perhiasan emas mas, apa yang kita punya ya kita gunakan (jual) saat ini. Hasilnya buat memenuhi kebutuhan sehari-hari, bayar sekolah, beli kuota buat belajar daring sama bayar angsuran bulanan," bebernya.

Sri menuturkan langkah-langkah seperti itu terpaksa dilakukan para pedagang karena pendapatan mereka saat ini anjlok signifikan. "Pendapatan turun drastis, antara 80-90 persen. Kalau dulu sebelum pandemi sehari kita bisa dapat Rp 100.000, sekarang paling cuma Rp 20.000 atau Rp 10.000. Kalau pas PPKM ini, sama sekali nggak ada pengunjung," ungkapnya.

Senada disampaikan pemilik warung makan di Pantai Glagah, Gunarti. Ia menyebut selama pandemi ini, penghasilan para pelaku wisata di sini turun drastis dan bingung cari penghasilan lain.

Kendati begitu Gunarti menyebut semangat para pedagang untuk berjualan kini mulai bangkit. Ini karena adanya peningkatan jumlah kunjungan wisata dalam sepekan terakhir.

"Dalam seminggu terakhir ini pelan-pelan sudah ada wisatawan yang masuk. Ya, meski ditutup tetap ada pengunjung yang datang, mungkin mereka jenuh di rumah saja ya," ujarnya.

Untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona di lingkungan Pantai Glagah, Gunarti menyebut para pedagang telah menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Para pemilik warung makan tidak diperkenankan menerima seluruh konsumen, melainkan hanya menampung 30 persen dari total kapasitas tempat duduk.

"Kemudian untuk penjual oleh-oleh dan souvenir, jika ada kerumunan pembeli kita arahkan untuk membeli ke penjual yang lain tapi dengan produk yang sama," ucapnya.

Gunarti pun berharap kebijakan PPKM ini bisa segera dicabut dan pandemi lekas rampung agar pelaku wisata dapat kembali beraktivitas normal seperti dulu lagi.

"Kami juga mohon kepada pihak-pihak terkait untuk memperhatikan kondisi para pelaku wisata Kulon Progo ini. Selain itu kami juga sampaikan terimakasih kepada banyak pihak yang selama ini telah membantu kami bertahan hidup dalam kondisi seperti ini," pungkasnya.

Halaman
1 2 Tampilkan Semua


Simak Video "Pantai Glagah Yogyakarta Dibanjiri Wisatawan saat Libur Lebaran"
[Gambas:Video 20detik]

(wsw/wsw)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA