Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 06 Sep 2021 22:42 WIB

TRAVEL NEWS

Penggunaan Aplikasi Pedulilindungi Akan Diperluas ke Hotel, Restoran dan Kafe

Sandiaga uno di Perkampungan budaya betawi Setu Babakan
Menparekraf Sandiaga Uno (Elmy Tasya/detikcom)
Jakarta -

Aplikasi Pedulilindungi menjadi syarat untuk memasuki pusat perbelanjaan atau mall. Penggunaan aplikasi itu akan diperluas ke beberapa ruang publik.

Kemenparekraf berkoordinasi dengan beberapa asosiasi terkait jumlah karyawan atau anggota yang telah divaksin. Hippindo (Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan di Indonesia) yang membawahi usaha restoran baik di dalam maupun di luar mall menyampaikan bahwa 95% dari 500 ribu karyawan yang tergabung telah divaksin.

Melihat peningkatan angka vaksinasi, aplikasi Pedulilindungi ini pun terus disosialisasikan di hotel, restoran dan kafe.

"Seluruh sektor usaha parekraf akan terintergrasikan kepada aplikasi Pedulilindungi dan dari hasil laporan sementara menunjukkan grafik yang cukup memuaskan dan kami terus mensosialisasikan agar pemahaman dan pemakaian dan penggunaan aplikasi peduli lindungi semakin diperluas di hotel, restoran dan kafe," kata Menparekraf Sandiaga Uno dalam Weekly Press Briefing, Senin (6/9/2021).

Piloting ini akan dilakukan di empat kota, yaitu Jakarta, Bandung, Semarang, dan Surabaya bekerja sama dengan Kemenko Marves dan Kementerian atau Lembaga terkait.

Sementara itu, rencananya, penggunaan aplikasi peduli lindungi juga akan menggunakan filtering empat kondisi user, yaitu hijau, kuning, merah dan hitam. Yang diperkenankan masuk adalah hijau dan kuning.

"Kita akan menggunakan filtering empat kondisi user, atau color code. Jadi color code hijau kuning, merah dan hitam. Dulu tidak ada yang hitam, tapi sekarang ditambahkan, ini untuk yang belum divaksin dan masih berkegiatan dan terindikasi kontak erat COVID-19.

Melansir situs web Satgas COVID-19, fitur safe entrance di Aplikasi Pedulilindungi dengan scan QR Code sudah diterapkan di ratusan ruang publik. Saat melakukan pemindaian, akan muncul informasi disertai barcode yang ditandai dengan warna hijau, oranye atau merah.

Warna hijau berati menandai kamu bisa melanjutkan aktifitas dalam publik, warna oranye, berarti diizinkan masuk dengan menyesuaikan kebijakan pengelola setempat. Sedangkan merah menunjukkan kamu tidak bisa memasuki area publik dan sangat dimbau segera vaksinasi.

"Pengunaan (aplikasi) ini akan menyentuh MICE (Meeting, Incentive, Convention and Exhibition) di hotel2 dan beberapa kegiatan parekraf lainnya. Kita terus perluas kerja sama selain dengan PHRI dengan PUTRI, ARKI dan juga dengan asosiasi dan stakeholder lainnya," kata Sandiaga.



Simak Video "Sebab Musabab Bocornya NIK-Sertifikat Vaksin Jokowi"
[Gambas:Video 20detik]
(elk/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA