Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 16 Sep 2021 20:35 WIB

TRAVEL NEWS

Kembali Buka, Hutan Pinus Sari Bantul Terapkan Ganjil Genap Besok

Vaksinasi COVID-19 digelar di kawasan Hutan Pinus Sari, Mangunan, Bantul, Yogyakarta, Rabu (28/7/2021). Begini suasananya.
Hutan Pinus Sari Mangunan di Bantul (PIUS ERLANGGA/detikTravel)
Bantul -

Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Bantul akhirnya membuka objek wisata (obwis) Pinus Sari untuk masyarakat umum dengan kapasitas terbatas. Selain itu, Dispar juga menerapkan sistem ganjil genap mulai besok, Jumat hingga Minggu (17-19/9/2021).

"Menindaklanjuti Inmendagri, Ingub dan Inbup tentang uji coba pembukaan destinasi wisata, salah satu poinnya adalah pengaturan ganjil genap kendaraan yang berkunjung ke lokasi uji coba. Dan itu dimulai besok di Pinus Sari," kata Sekretaris Dispar Bantul Annihayah kepada wartawan, Kamis (16/9/2021).

Hal tersebut sudah dikoordinasikan kemarin, Rabu (15/9) bersama unsur terkait seperti Polres, Kodim, Satpol-PP dan Dinas Perhubungan. Hasilnya, mereka sepakat untuk melaksanakan pengaturan tersebut.

"Untuk Jumat kendaraan yang boleh masuk ke objek wisata Pinus Sari adalah kendaraan nomor ganjil. Sedangkan Sabtu nomor genap dan Minggu untuk kendaraan nomor ganjil," ucapnya.

Aturan ganjil genap di tempat wisata Bantul.Aturan ganjil genap di tempat wisata Bantul (dok Dispar Bantul)

Teknisnya, Anni mengungkapkan jika pemberlakuan ganjil genap dilakukan mulai besok Jumat pukul 12.00 WIB. Nantinya, sebanyak 15 petugas gabungan dari Dispar Bantul, Satpol PP, Polres, Kodim dan Dinas Perhubungan Bantul akan berjaga di depan objek wisata Pinus Sari.

"Mereka akan menghalau wisatawan yang datang dan menyeleksi nomor plat kendaraan mereka di pintu masuk dan parkiran. Jadi mereka nanti yang akan memeriksa sesuai dengan jadwal penerapan ganjil genap," ujarnya.

Terkait dengan kesiapan dari Pinus Sari, dari kapasitas 25% atau 1.900 pengunjung di tempat tersebut, baru ada 80 pengunjung sejak dilakukan uji coba di Pinus Sari, Senin (13/9) lalu.

Agar uji coba berjalan maksimal, dispar telah menyarankan kepada pengelola Pinus Sari untuk menempatkan petugas untuk membantu pengunjung saat men-scan barcode aplikasi PeduliLindungi.

"Kita juga sudah melakukan koordinasi dengan dinas terkait terkait pengadaan WiFi untuk mengatasi persoalan kestabilan sinyal provider," katanya.

"Dan untuk anak di bawah 12 tahun, jika mengacu kepada pengumuman Kemenparekraf di Instagram, sekarang boleh masuk untuk objek wisata yang sudah mengantongi CHSE," ucapnya.



Simak Video " Bocah 12 Tahun Ditemukan Tewas Usai Tenggelam di Dam Kriyan Sungai Opak"
[Gambas:Video 20detik]
(rdy/rdy)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA