Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 18 Sep 2021 12:51 WIB

TRAVEL NEWS

Lebih Dekat dengan Stasiun Jakarta Kota

Syanti Mustika
detikTravel
Stasiun Jakarta Kota sebagai cagar budaya
Stasiun Jakarta Kota. Foto: (Pradita Utama)
Jakarta -

Kamu pengguna KRL di Jakarta tentu tak asing dengan Stasiun Jakarta Kota. Banyak hal menarik tentang stasiun yang dulunya dipanggil Stasiun Beos itu lho.

Kita tidak akan pernah lepas dari sejarah masa lampau, apapun itu. Dari sejarah kita bisa banyak belajar banyak hal bagaimana kehidupan dan pemikiran orang-orang zaman dahulunya.

Wisata sejarah tak perlu ke negara-negara tetangga atau jauh-jauh. Di Jakarta, banyak tempat yang punya cerita sejarah menarik, salah satunya Stasiun Jakarta Kota. Stasiun ini terdaftar sebagai salah satu Cagar Budaya di Jakarta.

Menurut sejarahnya, Stasiun Jakarta Kota sekarang bukanlah stasiun pertama yang dibangun. Namun ada stasiun lain yang yang lokasinya tidak jauh yang dulunya beroperasi juga dengan stasiun yang sekarang. Stasiun itu telah dihancurkan dan kegiatan dipusatkan kepada Stasiun Jakarta Kota sekarang.

Stasiun Jakarta Kota sebagai cagar budayaSalah satu peninggalan dari zaman Belanda di Stasiun Jakarta Kota Foto: (Pradita Utama)

detikcom pun mengulik bagaimana sejarahnya Stasiun Jakarta Kota dengan bertemu langsung dengan Manager Preservation and Documentation Kereta Api Indonesia, Hardika Hadi Rismaji

"Sebelum Stasiun Jakarta Kota dibangun, di kawasan kota lama Batavia (Jakarta) terdapat dua stasiun besar kereta api. Kedua stasiun tersebut adalah Stasiun Batavia NISM, milik maskapai kereta api swasta Nederlandsch Indische Spoorweg Maatchappij dan Stasiun Batavia BOSM milik Bataviasche Ooster Spoorweg Maatschappij. Stasiun Batavia NISM yang dikenal pula dengan Stasiun Batavia Noord melayani rute Batavia-Buitenzorg (Jakarta-Bogor). Sementara itu, Stasiun Batavia BOSM atau Stasiun Batavia Zuid mengoperasikan kereta api lintas Jakarta-Bekasi-Karawang," ujar Hardika.

"Kedua stasiun yang berjarak 200 meter ini tidak terhubung satu sama lain, sehingga penumpang yang hendak berpindah rute harus berjalan kaki. Selain menyusahkan para penumpang kereta api, stasiun yang berdekatan juga dianggap membahayakan bagi perjalanan kereta api pada persimpangan jalur, mengingat teknologi keselamatan pada saat itu belum handal," tambahnya.

Stasiun Jakarta Kota sebagai cagar budayaStasiun Jakarta Kota sebagai cagar budaya Foto: (Pradita Utama)

Dalam perkembangannya, kedua operasional kereta api di Jakarta dikelola oleh perusahaan kereta api negara, Staatssporwegen (SS). Tahun 1898 SS membeli seluruh jaringan milik BOSM dan jaringan kereta api milik NISM tahun 1913.

"Selepas SS menguasai seluruh jaringan kereta di Jakarta, maka diadakan penataan ulang terhadap sistem angkutan kereta api, salah satunya adalah mendirikan stasiun baru di Jakarta yang terintegrasi,"

"Lokasi stasiun baru yang hendak dibangun ialah menempati Stasiun Batavia Zuid, sehingga pada tahun 1923 stasiun ini ditutup. Sedang Stasiun Batavia Noord (Batavia Utara yang yang terletak di sebelah selatan Museum Sejarah Jakarta sekarang) tetap beroperasi sebagai stasiun sementara yang melayani penumpang dan barang sampai stasiun baru selesai. Khusus pengangkutan barang, dibangun stasiun barang di Heemradenplain di sebelah utara Stasiun Batavia Noord," jeas Hardika.

Stasiun Jakarta Kota Tahun 1937Stasiun Jakarta Kota Tahun 1937 Foto: (dok KAI)
Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Tapak Tilas Bangunan Estetik Bersejarah Stasiun Jakarta Kota"
[Gambas:Video 20detik]
BERITA TERKAIT
BACA JUGA