Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 24 Sep 2021 14:40 WIB

TRAVEL NEWS

Bupati Haruskan Wisatawan yang Datang ke Kudus Sudah Divaksin

Dian Utoro Aji
detikTravel
Bupati Kudus meminta kepada wisatawan yang datang harus sudah divaksin dengan menunjukan aplikasi PeduliLindungi. Wisatawan yang belum boleh divaksin belum boleh masuk.
Foto: Kawasan menara, masjid dan makam Sunan Kudus (Dian Utoro Aji/detikcom)
Kudus -

Bupati Kudus meminta wisatawan di Kudus harus sudah divaksin dengan menunjukkan aplikasi PeduliLindungi. Wisatawan yang belum boleh divaksin tak boleh masuk.

"Harus (sudah divaksin), kalau tidak, tidak boleh masuk (ke tempat wisata). Hari ini kita koordinasi (terbentuk satgas independen untuk mengawasi protokol kesehatan), Minggu depan harus sudah terbentuk dan baru kelapangan," kata Bupati Kudus HM Hartopo saat ditanya soal wisata pemberlakukan aplikasi PeduliLindungi kepada wartawan ditemui di Pendapa Kabupaten Kudus, Jumat (24/9/2021).

Hartopo mengatakan akan membentuk satgas yang akan mengawasi protokol kesehatan di objek wisata. Mereka ada 10 orang yang bertugas keliling ke semua wisata.

"Saya akan bentuk tim independen untuk pembinaan satgas yang ada di sektor-sektor kegiatan wisata. Jadi 10 orang menjadi kelompok dua orang di sektor-sektor tempat kegiatan masyarakat. Di sana nanti akan dibina harus tegas, yang penting satgasnya (di masing-masing wisata)" ungkap Hartopo.

Menurutnya, satgas tersebut akan berkeliling mengawasi protokol kesehatan di sejumlah wisata dan pusat keramaian. Apabila melanggar protokol kesehatan maka akan langsung ditutup.

Bupati Kudus meminta kepada wisatawan yang datang harus sudah divaksin dengan menunjukan aplikasi PeduliLindungi. Wisatawan yang belum boleh divaksin belum boleh masuk.Bupati Kudus, HM Hartopo Foto: (Dian Utoro Aji/detikcom)

"Maka saya sendiri punya SK untuk tim independen untuk memantau keberadaan kegiatan yang ada di masyarakat dan pembinaan satgas kegiatan wisata di masyarakat. Sehingga nanti punya kewenangan untuk menghentikan kegiatan itu nanti ketika nanti tidak punya satgas dan melanggar prokes," ungkap Hartopo.

Dia menuturkan, penyebaran kasus Corona atau COVID-19 di Kabupaten Kudus sudah mulai turun. Disebutkan ada sekitar 114 dari 132 desa kelurahan yang dinyatakan zona hijau atau bebas dari Corona.

"Ya, ada (sudah ratusan desa zona hijau), tapi seperti mobilitas menjadi indikator, termasuk target vaksinasi salah satunya. Karena kita sendiri mempunyai target adalah herd immunity itu harus di atas 90 persen. Kita targetnya tahun ini agar bisa mencapai paling tidak 50 persen," terangnya.

"Tapi mengingat droping vaksin terutama anak-anak usia 12 tahun ke bawah ini yang kita belum ada. Maka kita prioritaskan untuk yang lansia ini untuk kita vaksinasi. Kita macam mobilitasi lansia usia rentan ini agar segera tervaksin semua," sambung dia.

Hartopo menjelaskan, capaian vaksinasi baru 36 persen dosis pertama dan 24 persen dosis kedua. Disebutkan, keseluruhan 600 jiwa di Kudus yang ditargetkan harus sudah tervaksin Corona.

"Ini baru 36 persen untuk dosis satu, untuk dosis dua baru 24 persen dari 600 jiwa yang ada di Kudus," terang Hartopo.



Simak Video "Rencana Sri Sultan Usai Lokasi Wisata di Yogyakarta Dibanjiri Wisatawan"
[Gambas:Video 20detik]
(elk/elk)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA