Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Selasa, 28 Sep 2021 16:19 WIB

TRAVEL NEWS

Konten Injak Hiu Paus di Papua Dibanjiri Kritik Pedas!

Femi Diah
detikTravel
Pria injak hiu paus di papua
Hiu paus diinjak-injak oleh pemuda demi konten. (Dandung37/Tiktok)

Merujuk situs resmi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), pada tahun 2000, hiu paus dimasukkan ke dalam daftar merah untuk species terancam oleh International Union for Conservation of Nature (IUCN) dengan status rentan (vulnerable). Artinya, populasi hiu paus diperkirakan mengalami penurunan sebanyak 20-50% dalam kurun waktu 10 tahun atau tiga generasi.

Kemudian pada tahun 2016, hiu paus masuk dalam Daftar Merah untuk Species Terancam oleh International Union for Conservation of Nature (IUCN) dengan status terancam punah (endangered). Status tersebut satu tingkat lebih tinggi daripada sebelumnya, tahun 2000 (vulnerable).

Salah satu upaya untuk menjaga populasi hiu paus di Perairan Indonesia dengan memasukkan hiu paus sebagai satwa yang dilindungi secara penuh berdasarkan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 18/Kepmen-KP/2013 sejak 20 Mei 2013.

Artinya, segala bentuk pemanfaatan yang bersifat ekstraktif terhadap hiu paus, termasuk pemanfaatan bagian-bagian tubuhnya, telah dilarang secara hukum. Walaupun begitu, ancaman kehidupan hiu paus di perairan Indonesia masih ada melalui aktivitas perikanan dan pelayaran baik secara sengaja maupun tidak.

Begitu pula dengan aktivitas wisata. Tidak salah berinteraksi secara langsung dengan paus hiu. Hewan ini jinak. Namun, traveler harus mematuhi code of conduct yang dihimpun pemerintah dan organisasi lingkungan seperti World Wildlife Fund (WWF).

Kendati jinak, hiu paus cukup berbahaya. Kulit hiu paus kasar seperti amplas sehingga bisa menggores kulit manusia. Ukuran tubuh hiu paus yang besar juga bisa berbahaya andai menabrak manusia.

Di Indonesia, hiu paus dapat ditemui di hampir seluruh wilayah perairan, seperti di Sabang, Padang, Ujung Kulon, Kepulauan Seribu, Probolinggo, Kalimantan Timur, Bali, Nusa Tenggara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Maluku, dan Papua.

Kemunculan hiu paus di Indonesia relatif bersifat musiman, kecuali di Kwatisore, Teluk Cenderawasih, Papua, yang termasuk ke dalam kawasan Taman Nasional Teluk Cenderawasih. Pada perairan tersebut, hiu paus hadir sepanjang tahun.

Halaman
1 2 Tampilkan Semua

(fem/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA