Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 07 Okt 2021 23:13 WIB

TRAVEL NEWS

Penerbangan Qantas Pecahkan Rekor, Terbang 17 Jam 25 Menit Sejauh 15.020 Km

Penerbangan Qantas Buenos Aires, Argentina ke kota Darwin, Australia Utara
Pemandangan penerbangan nonstop Buenos Aires, Argentina ke kota Darwin, Australia Utara (Foto: CNN)
Sydney -

Maskapai Australia, Qantas, telah membuat rekor bagi perusahaan. Penerbangan nonstop terbarunya selama lebih dari 17 jam.

Qantas melakukan penerbangan nonstop atau langsung dari Buenos Aires, Argentina ke kota Darwin, Australia Utara. Melansir CNN, penerbangan tersebut memulangkan 107 warga Australia.

Dalam aksi ini Qantas mencetak dua rekor. Mereka menempuh jarak terjauh 15.020 km dan waktu terlama di udara untuk penerbangan komersial yakni 17 jam 25 menit.

Sebelum pandemi, penerbangan penumpang langsung terpanjang Qantas menghubungkan London dan Perth. Jarak yang ditempuh hanya sejauh 14.498 km dengan lama di udara selama 16 jam 45 menit.

Kapten Alex Passerini, salah satu dari empat pilot yang memimpin pesawat, mengatakan bahwa satu lagi pencapaian tambahan yakni beberapa pemandangan yang benar-benar spektakuler saat mereka menelusuri Antartika.

Penerbangan, QF14, menggunakan Boeing 787-9 bernama Great Barrier Reef.

Pesawat meninggalkan Argentina pada pukul 12.44 waktu setempat pada hari Selasa, 5 Oktober, kemudian terbang ke selatan, melintasi Antartika, dan tiba di Darwin pada pukul 18.39 waktu setempat pada hari Rabu, 6 Oktober. Mereka sepenuhnya terbang di siang hari.

Penerbangan dari ibu kota Argentina ke Northern Territory of Australia bukan satu-satunya yang memecahkan rekor.

Pada Maret 2021, Air Tahiti Nui menerbangkan penerbangan penumpang terjadwal terjauh. Transit 9.765 mil melintasi dunia dari Papeete, di Tahiti, Polinesia Prancis, ke bandara Charles de Gaulle Paris.

Penerbangan Qantas Buenos Aires, Argentina ke kota Darwin, Australia UtaraIlustrasi penerbangan Qantas Buenos Aires, Argentina ke kota Darwin, Australia Utara Foto: CNN

Biasanya, rute itu melewati AS dan termasuk persinggahan di Los Angeles. Karena peraturan penerbangan AS mengharuskan para pelancong yang transit melalui negara itu untuk melewati bea cukai Amerika, lalu ada protokol virus Corona yang ketat berarti terlalu merepotkan bagi pesawat untuk berhenti.

Sebagai gantinya, Air Tahiti Nui memilih untuk melakukan penerbangan langsung. Mereka mencatat waktu sekitar 16 jam di langit.

Sebelum pencapaian minggu ini, penerbangan khusus "Project Sunrise" Qantas melakukan penerbangan antara London dan Sydney, total 11.060 mil dengan lama terbang 19 jam 19 menit.

Namun, penerbangan itu tidak terdaftar sebagai penerbangan berjadwal biasa. Karena itu adalah eksperimen khusus yang dirancang untuk melihat bagaimana manusia secara fisik dapat mengatasi menghabiskan begitu banyak waktu di langit.

Sebuah kru "kelinci percobaan", termasuk ilmuwan dan pilot, ambil bagian dalam proyek tersebut. Tetapi karena tidak ada penumpang yang membayar, perjalanan Project Sunrise tidak memenuhi syarat untuk rekor penerbangan terpanjang.



Simak Video "Lockdown di Sydney Berkepanjangan, Qantas Liburkan 2.500 Staf"
[Gambas:Video 20detik]
(msl/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA