Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 15 Okt 2021 15:42 WIB

TRAVEL NEWS

Geram Dengan Ulah Rachel Vennya, Sandiaga: Karantina Lagi dan Dihukum

Faiq Azmi
detikTravel
Surabaya -

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno geram dan prihatin mendengar selebgram Rachel Vennya yang kabur dari karantina. Sandiaga menyebut aparat hukum harus turun tangan.

"Tentunya prihatin dan sekaligus geram ya, karena kita yang berusaha mengatasi pandemi ini, mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk patuh terhadap protokol kesehatan termasuk protokol karantina. Seorang publik figur yang semestinya menjadi contoh, justru tidak memberi contoh baik," kata Sandiaga usai acara Apresiasi Kreasi Indonesia 2021 di Grand City Surabaya, Jumat (15/10/2021).

Sandiaga menegaskan, meski pandemi COVID-19 melandai, bukan berarti masyarakat mengendurkan protokol kesehatan termasuk protokol karantina. Ia meminta aparat hukum untuk menindaklanjuti kaburnya Rachel Vennya dari tempat karantina.

"Jadi, ini seharusnya jadi periksa bagi kita semua, harusnya meningkatkan kita terhadap disiplin prokes dalam penerapannya. Tentunya, aparat hukum harus menindaklanjuti ini, karena ini tidak bisa jadi preseden dan harus kita berikan sanksi yang sesuai hukum agar bisa menjadi efek jera bagi para anggota masyarakat yang mencoba melanggar prokes dan protokol karantina," dia menegaskan.

Apalagi, lanjut Sandiaga, saat ini pemerintah tengah membuka bertahap daerah wisata, salah satunya di Bali. Pembukaan wisata ini memerlukan kerja sama seluruh pihak.

Kolega Sandiaga di pemerintahan, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut tindakan Rachel Vennya itu sangat egois.

"Harusnya dia segera masuk karantina lagi, dan dihukum supaya jangan melanggar lagi," kata Menkes, ditemui di Lebak, Banten, Kamis (14/10/2021).

"Karantina kesehatan itu kan bukan untuk kepentingan dia sebenarnya, tapi buat masyarakat. Kalau dia melanggar itu kan dia memberikan risiko ke publik," ujarnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2
BERITA TERKAIT
BACA JUGA