Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 25 Okt 2021 17:01 WIB

TRAVEL NEWS

Viral Anjing Canon Mati, Dispar Tuding Ada yang Mau Jelek-jelekkin Aceh Singkil

Tim detikcom
detikTravel
Capture the Enchantment of Many Islands in Aceh Singkil, Aceh on 27-01-2016. Pulau Banyak, Pulau cluster, is a small island group in Aceh Singkil Regency. The total area of ​​the archipelago is 27,196 ha, which consists of a group of islands directly adjacent to the Indian Ocean. Clusters of beautiful small islands are devoid of the activities of the population, so that the island is much like a paradise for a reliable marine tourism.
Pulau Banyak di Aceh Singkil Foto: Getty Images/ishak mutiara
Aceh Singkil -

Di internet viral tentang Anjing bernama Canon mati usai ditangkap untuk dipindah dari Pulau Banyak ke daratan Aceh Singkil. Dinas Pariwisata Aceh Singkil menduga ada pihak yang sengaja membesar-besarkan masalah itu.

"Yang jelas kalau saya lihat ini ada framing dari pihak tertentu sehingga ini dikemas menjadi viral. Padahal masalahnya sepele sekali, masyarakat di sana padahal sangat terbuka dengan dunia pariwisata," kata Kadisparpora Aceh Singkil, Edi Hartono, kepada wartawan, Senin (25/10/2021).

Edi mengatakan masalah yang terjadi adalah hal sepele. Dia menduga ada yang ingin membuat Aceh Singkil jelek.

"Kalau saya melihat ini ada tindakan mengarah atau mem-framing sehingga dengan kasus matinya anjing ini Aceh Singkil jelek. Saya melihat ada kegiatan framing atau mengarahkan ke sana," jelasnya.

Dia mengatakan Dinas Pariwisata Aceh Singkil sudah beberapa kali menegur pemilik resort agar tidak memelihara anjing di tempat wisata. Teguran lisan dan tulisan dilayangkan setelah ada imbauan larangan memelihara anjing dan babi di kawasan wisata Pulau Banyak.

"Kita sudah sampaikan, di sini ada faktor kelalaian dari pemilik menyikapi apa yang sudah kita sampaikan," ujarnya.

Edi bakal melakukan evaluasi terhadap penanganan satwa liar. Evaluasi juga bakal dilakukan terhadap pemilik resort.

"Kita berharap kejadian ini merupakan kejadian pertama dan terakhir, kita akan mengadakan evaluasi kembali terhadap resort-resort di kawasan pariwisata sehingga ini tak terulang kembali," beber Edi.

Satpol PP Memberi Penjelasan

Sementara itu Satpol PP Aceh Singkil menjelaskan cara membawa anjing itu dari Pulau Banyak ke daratan Aceh Singkil. "Anjingnya waktu dievakuasi ke Singkil, diikat pakai rantai dan dimasukkan ke keranjang kol. Cuma itu. Keranjang itu diikat biar nggak pecah," kata Kasatpol PP dan Wilayatul Hisbah (WH) Aceh Singkil, Ahmad Yani, saat dimintai konfirmasi, Sabtu (23/10).

Dia juga menepis narasi dari salah satu akun Twitter yang menyebut mulut anjing itu diikat. Dia menyatakan mulut anjing itu tidak diikat.

"Kalau memang diikat mulutnya, dari sana sudah mati. Itu pembunuhan namanya. Nggak ada kita ikat mulutnya, siapa pula yang berani pegang anjing itu. Yang berani itu kan tuannya," jelasnya.

Ahmad mengatakan proses penangkapan anjing disaksikan pengelola resort. Anjing tersebut dievakuasi ke daratan Singkil untuk diserahkan kembali ke pemiliknya.

"Sampai ke kantor anjingnya sudah mati. Kemudian kita lapor ke Sekda dan anjingnya kita kuburkan," ujarnya.

Dia mengatakan sebenarnya ada dua anjing pemilik resor yang dievakuasi. Satu anjing betina hidup dan sempat dipelihara di kantor Satpol PP sebelum akhirnya diambil pemilik.

"Anjing betina kita pelihara, kita kasih makan telur dan nasi. Itu anggota yang rawat dan sudah kita serahkan ke pemiliknya," tuturnya.

Satpol PP Aceh Singkil mengatakan anjing itu diduga mati gegara stres. "Kami menduga mungkin anjing itu mati karena stres," kata Ahmad.

Ahmad Yani mengatakan ada dua ekor anjing yang dibawa pihaknya dari Pulau Banyak. Dia menyebut seekor anjing lainnya hidup dan telah diserahkan ke pemiliknya.

Dia mengatakan bangkai anjing yang mati telah dikuburkan setelah dia berkoordinasi dengan Sekda Aceh Singkil. Dia mengatakan tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh anjing yang mati tersebut.

"Tidak ada berbuih, tidak ada bekas luka. Jadi tidak ada dibunuh, boleh kita visum, suruh lihat dia kalau nggak percaya," ujar Ahmad.

Dia juga menjelaskan soal cara menangkap dan membawa anjing Canon itu. Dia mengatakan tindakan anggotanya tidak melanggar SOP.

"Tindakan kami tidak melanggar SOP," sebutnya.

Selanjutnya Keberadaan Anjing di Pulau Banyak Dikeluhkan Warga

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Merasa Buat Gaduh, Pemilik Anjing Canon yang Mati di Aceh Minta Maaf"
[Gambas:Video 20detik]
BERITA TERKAIT
BACA JUGA