Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 02 Nov 2021 19:40 WIB

TRAVEL NEWS

Korea Selatan Siap Berdamai dan Hidup Berdampingan dengan Covid-19

Tim detikcom
detikTravel
Dilansir Reuters, Senin (4/1/2020) Korea Selatan telah mengalami lonjakan kasus Corona yang berkepanjangan selama gelombang terakhir.
Foto: Ilustrasi Korea Selatan (AP Photo)
Seoul -

Korea Selatan akan meluncurkan aturan baru untuk berdamai dan hidup berdampingan dengan Covid-19. Salah satunya adalah dengan 'paspor' vaksin.

Negeri Ginseng telah mengenalkan 'paspor' vaksin untuk rakyatnya, seiring dengan pelonggaran pembatasan yang sudah dilakukan.

Hal itu dilakukan pasca 75% populasi di negeri itu telah divaksin Covid-19. 'Paspor' vaksin akan jadi fase awal dari upaya menghapus semua pembatasan sosial pada bulan Februari 2022.

Dikutip dari Reuters, Selasa (2/11/2021), paspor vaksin ini merujuk bukti vaksinasi warga atau hasil tes Covid-19 negatif dalam waktu 48 jam. Bukti vaksin akan digunakan di tempat berisiko tinggi contohnya di gym, sauna dan bar.

"Jalan kembali ke kehidupan normal, yang kita ambil perdana hari ini, adalah jalan yang belum pernah kita lalui," kata Menteri Kesehatan Korea Selatan Kwon Deok Cheol.

Selain paspor vaksin, pemerintah telah menarik kembali aturan jam malam di restoran dan kafe. Acara olahraga juga diperbolehkan menampung penonton dengan kapasitas 50%.

Pemerintah Korea Selatan juga mencabut rekomendasi 30% pegawai kantor bekerja dari rumah. Sebanyak 100 orang dapat menghadiri acara music atau konser.

Meski demikian, masker tetap wajib dipakai. Ruangan harus mengatur ventilasi secara teratur dan tes harus dilakukan jika gejala muncul.

"Saya sedikit khawatir, tapi saya pikir, ini jalan untuk kembali normal," kata salah satu pemilik gym di Seoul, Yoo Byeong Gum.

Korea Selatan memang tidak pernah melakukan lockdown seluruh negeri. Namun upaya pembatasan dilakukan seiring infeksi yang muncul.

Saat ini Korsel masih bergelut dengan gelombang terbaru Covid-19 yang muncul Juli. Karenanya pemerintah telah melakukan pembatasan pertemuan dan jarak sosial yang ketat.

Sementara itu, Juru Bicara Kemkes Korsel Son Young Rae mengatakan sistem media negeri itu saat ini mampu menangani 5.000 kasus baru sehari. Namun, jika jumlahnya naik 10.000, pemerintah akan menghentikan pelonggaran dan kembali menerapkan aturan darurat.

Di Korea Selatan, per hari Minggu kemarin melaporkan 1.686 kasus baru. Sejak awal Covid-19 mewabah ada 366.386 kasus dengan 2.858 kematian.



Simak Video "Seoul Konfirmasi Kasus Pertama Varian Omicron"
[Gambas:Video 20detik]
(wsw/wsw)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA