Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Selasa, 16 Nov 2021 13:11 WIB

TRAVEL NEWS

Kisah Pupus Harapan Starbucks Incar Kopi Amungme

Femi Diah
detikTravel
Kopi Amungme Gold
Kopi Amungme (Femi Diah/detikcom)
Timika -

Kopi Amungme boleh dibilang menjadi kopi Papua dari Timika yang paling diincar traveler. Starbucks pun memburunya, tetapi tak kesampaian.

Kopi Amungme identik dengan kopi Amungme Gold, yang diproduksi koperasi dengan nama yang sama di bawah binaan perusahaan tambang emas PT Freeport Indonesia di Timika. Ronny Yawan, staf Community Economy Development PT Freeport Indonesia, bilang sejatinya tidak mewajibkan pekebun kopi untuk menyetor kopi kepada koperasi Amungme Gold. Pekebun dibebaskan untuk menjual kopi secara bebas.

Koperasi Amungme Gold itu dijalankan oleh Suku Amungme. Pekebun pun merupakan Suku Amungme. Nama kopi itu juga diambil dari Suku Amungme.

Kebun-kebun kopi Amungme, yang merupakan kopi Arabica, itu tersebar di tujuh kawasan yang ada di lereng Pegunungan Jayawijaya, di ketinggian 1.200 hingga 2.000 mdpl. Yakni, Tsinga, Hoya, Aroanop, Opitawak, Bonti, Jila, dan Sinak.

Kopi Amungme GoldKopi Amungme Gold Foto: detikcom

Lokasi kebun kopi yang ada di pegunungan itulah yang membuat kopi Amungme sulit dijangkau. Satu-satunya akses menuju lokasi itu adalah dengan pesawat atau helikopter. Lumayan, pesawat terjadwal komersil saat ini disubsidi pemerintah. Untuk kopi-kopi yang dibeli koperasi Amungme Gold, biasanya diangkut dengan helikopter milik PT Freeport Indonesia, sehingga pekebun tidak perlu merogoh kocek untuk biaya kargo.

Tetapi, kadang kala penerbangan terganggu cuaca. Dalam dua tahun terakhir, isu keamanan dengan adanya teroris kelompok kriminal bersenjata (KKB) juga menjadi sandungan lain untuk pengiriman kopi dari Amungme ke Timika.

Kopi Amungme amat spesial, sebab kualitasnya sip dengan masyarakat Amungme melakukan penanaman kopi secara organik. Mereka menggunakan cara pemupukan dengan tumbuh-tumbuhan pengikat nitrogen, mulsa organik untuk penutup tanah, dan kompos yang terbuat dari sisa-sisa tanaman. Pupuk kimia pestisida dan herbisida dilarang digunakan.

"Karena spesialnya itu, Starbucks dulu pernah minta tetapi kami tidak sanggup memenuhinya," kata Ronny dalam perbincangan dengan detikTravel beberapa waktu lalu.

"Mereka kan memiliki standar khusus dan jumlah harus konsisten. Utamanya, jumlah itu kami tidak sanggup. Kami rata-rata produksi 1,2 ton per tahun dan Starbucks meminta lebih dari itu," Ronny menjelaskan.

Ronnyy Yawan, staf Community Economy Development PT Freeport IndonesiaRonny Yawan, staf Community Economy Development PT Freeport Indonesia Foto: Femi Diah/detikcom

Dengan luas lahan 28,3 hektare dan 28.391 pohon kopi, Harry optimistis seharusnya kopi Amungme bisa menghasilkan 3-4 ton kopi dalam setahun.

"Kami sedang upayakan agar kopi Amungme bisa produksi lebih banyak lagi. Makanya, kami berharap isu keamanan tidak ada lagi. Di sisi kami, kami juga bertugas mendampingi mereka agar terus semangat memelihara tanaman kopi," ujar Ronny.



Simak Video "Berkah PON XX, Potensi Pariwisata Papua Kini Mulai Terpetakan"
[Gambas:Video 20detik]
(fem/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA