Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Jumat, 24 Des 2021 20:11 WIB

TRAVEL NEWS

Tim Umrah Uji Coba Sampai di Jeddah, tapi Ada Kendala Nih

Tim umrah Advance
Foto: Tim umrah bersama Konjen KJRI, Eko Hartono dan Konsul KJRI, Endang Jumali(dok. Istimewa)

Tak sampai di situ, saat rombongan kembali ke bandara dan dipersilahkan naik bis menuju hotel, mereka masih harus menunggu sekitar satu jam sampai berangkat. Ternyata belum ada koordinasi untuk hotel karantina.

"Jadi baru dicarikan hotel karantina maka kabar yang disampaikan pihak saudia di Indonesia yang katanya uda ready hotel by system itu tidak benar dan ini harus dikoreksi lagi," kata Rizky.

"Sampai kita pergi meninggalkan bandara itu sudah lebih dari jam 05.00 hampir 05.30, baru kita menuju ke hotel," dia menambahkan.

Ketika sampai di hotel, Rizky menyebut perwakilan hotel lambat sehingga tim masuk kamar sekitar pukul 08.00.

"Proses ini sangat melelahkan sekali bukan kami tidak menjalani dengan ikhlas, tetapi tentunya regulasi yang harus diperjelas, aturan-aturan harus diperjelas dan jangan sampai korbannya adalah kita-kita, para jemaah. Regulasi di Saudi ini harus diperjelas bagaimana perjalanan umroh yang mereka tetapkan," ujar Rizky.

Jemaah melakukan karantina di hotel Jeddah selama lima hari empat malam. Biaya yang dikeluarkan adalah Rp 7 juta. Rizky berharap, baik di Saudi maupun Indonesia regulasi bagi jemaah umroh dipermudah.

"Harapannya, regulasi Saudi Arabia apabila kita nyampe kalaupun harus terpaksa karantina, ya itu untuk sinovac adalah 3 hari itu maksimal dan itu kita karantina di Mekkah ataupun Madinah namun bagi yang booster dan vaksin empat sekawan ya diizinkan masuk, karena di Indonesia kita sudah dipersiapkan karantina dan sudah PCR dan vaksin juga sudah penuh, harapannya seperti itu, dan di Indonesia juga dimudahkan segala regulasi," kata Rizky.

Sebelumnya, regulasi yang ditetapkan menurut Kementerian Haji adalah bagi empat vaksin yang diterima Saudi Arabia maka tidak ada lagi karantina, begitu pula dengan vaksin Sinovac yang sudah melalui booster. Sedangkan dari GACA, ada pemberlakuan karantina selama 5 hari dengan tidak adanya persyaratan booster.

"Nah ini tidak ada sinkronisasi, namun walaupun dari kedua ini diterapkan, ada kesalahan yang perlu kita kritisi, kenapa jemaah semua penumpang udah keluar bandara baru dicari-cari untuk karantina. Ini hal yang sangat nggak relevan dan sangat tidak logis sekali, seharusnya jika mereka melakukan karantina dijaga di dalam dan diarahkan di bis-bis karantina bukan dibiarkan sampai luar," kata Rizky.

Halaman
1 2 Tampilkan Semua

(elk/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA