Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 05 Jan 2022 18:42 WIB

TRAVEL NEWS

Heboh, Diduga Ada Macan di Banyumas

Antara
detikTravel
Seekor Macan tutul Jawa (Panthera pardus melas) berada di dalam kandang seusai terjebak di dalam area peternakan pembibitan ayam di Desa Sukajaya, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (3/4/2020). Macan tutul merupakan satwa endemik Pulau Jawa dan termasuk salah satu satwa dilindungi dengan status terancam punah. ANTARA FOTO/Budiyanto/agr/aww.
Ilustrasi macan (ANTARA FOTO/Budiyanto)
Banyumas -

Resor Konservasi Wilayah Cilacap Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Jawa Tengah berencana segera menyelidiki dugaan keberadaan macan di Grumbul Kepetek, Desa Windunegara, Kabupaten Banyumas.

"Kami memang belum menerima permintaan resmi dari aparat setempat, baru sebatas pesan broadcast melalui WhatsApp. Namun, kami akan teruskan ke pimpinan agar mendapatkan surat tugas untuk menyelidiki dugaan keberadaan macan tersebut," kata Kepala Resor Konservasi Wilayah Cilacap BKSDA Jateng Dedi Rusyanto seperti dikutip Antara, Rabu (5/1/2022).

Dalam pesan broadcast itu disebutkan ada suara auman macan atau binatang buas yang didengar warga Windureja. Broadcast itu dibagikan melalui pesan WhatsApp.

Dedi bilang telah melaporkan kepada pimpinan BKSDA Jateng agar segera mendapatkan surat tugas untuk mengecek kebenaran informasi tersebut.

Dedi mengatakan informasi mengenai dugaan keberadaan macan di Desa Windunegara, Kecamatan Wangon, Banyumas itu baru pertama kali muncul.

"Selama ini belum pernah ada informasi tentang keberadaan satwa liar ini (macan, red.). Makanya, kami akan mengecek kebenaran informasi tersebut," katanya menjelaskan.

Bahkan, kata dia, BKSDA Jateng selama ini belum pernah melakukan identifikasi secara khusus terhadap jenis satwa liar besar yang kemungkinan hidup di kawasan hutan sekitar Desa Windunegara.

Ia mengatakan jika di wilayah itu memang terdapat satwa liar jenis mamalia besar seperti macan, area jelajah satwa tersebut bisa lebih dari 20 kilometer.

"Ya bisa jadi itu kawasan atau wilayah hutan macan, jelajahnya bisa sampai ke sana. Bisa jadi itu bagian dari ringnya, itu pun tidak setiap saat macan itu lewat situ, apakah dua hari sekali, satu minggu sekali, kita enggak bisa pastikan," katanya.

Namun apabila merupakan ring jelajah macan, kata dia, suatu saat macan tersebut akan melewati tempat itu.

Menurut dia, hal itu merupakan perilaku khas satwa liar jenis mamalia besar.

"Kalau sejak zaman dulu lewatnya situ, suatu saat di kemudian hari akan lewat situ lagi. Biasanya satwa liar mamalia besar melakukan penandaan perilakunya demikian," kata Dedi.

Saat dikonfirmasi wartawan, Kepala Kepolisian Sektor Wangon Ajun Komisaris Polisi Suprijadi mengatakan BKSDA masih melakukan pemantauan secara langsung di lokasi guna memastikan keberadaan macan seperti yang diiinformasikan warga Windusari.

Dalam hal ini, kata dia, seorang warga Grumbul Kepetek yang berprofesi sebagai petani mengaku mendengar auman macan.

"Ada juga yang melihat jejak kaki. Informasinya juga ada yang melihat di sekitar kandang kambing warga, terus mau dilempar hewannya kabur," katanya.

Ia mengakui baru kali ini ada informasi mengenai kemunculan macan, meskipun wilayah Desa Windunegara dan Cikakak berdekatan dengan hutan.

Dia mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sekitar hutan.



Simak Video "Momen Saat Ratu Rimba Gunung Ciremai Dilepasliarkan"
[Gambas:Video 20detik]
(fem/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA