Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Selasa, 18 Jan 2022 06:45 WIB

TRAVEL NEWS

Kamus Bahasa Padang Sehari-hari Lengkap dengan Artinya

Syanti Mustika
detikTravel
Suasana kawasan Jam Gadang yang sepi di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, Jumat (17/4/2020). ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra.
Jam Gadang di Bukittinggi Sumatra Barat Foto: ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra
Jakarta -

Indonesia memiliki ragam bahasa daerah, salah satunya adalah bahasa Minang atau akrab disebut bahasa Padang. Nih, beberapa kata Minang yang bisa dihafal.

Bahasa Minang merupakan bahasa daerah dari Sumatra Barat. Bahasa Minang cukup sering kita karena orang Minang ada dimana-mana. Sederhana saja, saat kamu beeli nasi Padang di rumah makan.

Nah, ini beberapa kata Minang yang bisa kamu hafal biar nanti liburan ke Sumatra Barat bisa langsung dipraktekkan.

1. Onde mande

Onde mande adalah sebuah ungkapan biasa digunakan orang Sumatra Barat untuk menunjukkan ekspresi kaget, baik positif maupun negatif. Jika dipisah, mande berarti ibu, kalau diartikan, onde mande sejajar dengan kata "Ya ampun, Ibu!".

Nah, kalau digunakan dalam kalimat, jadinya seperti ini "Onde mande, baa lah anak ko?" atau yang berarti "Ya ampun Ibu, bagaimana sih anak ini?" atau "Onde mande, lamak bana!" yang berarti "Ya ampun Ibu, enak sekali makanan ini,"


2. Tambuah ciek

Mungkin kamu sering mendengar istilah ini, kata tambuo ciek memang sering terdengar terutama di rumah makan Padang. Biasanya kata ini ditujukan untuk pembeli yang meminta makanan tambahan, bisa nasi atau pun lauk. Jadi jangan lupa gunakan kata ini saat ingin tambah makanan yaaa, "Tambuah ciek, Uda!"


3. Baa kaba?

Ketika bertemu orang, kata-kata ini biasanya selalu digunakan orang Minang. Baa berarti bagaimana dan kaba berarti kabar. Jika digabung kedua kata ini berarti bagaimana kabar? kamu pun bisa menjawab, "Alhamdulillah" atau "Baik Uda/Uni."

4. Bara tu ni/da?

Nah, kalau yang ini bisa kamu gunakan saat belanja di pasar. Bara tu ni/da berarti berapa harga barang yang itu uda/uni? Pertanyaan seperti ini pasti akan sering kamu dengar ketika datang ke pasar-pasar yang ada di Sumatra Barat.

5. Bilo tibo?

Jika memiliki kerabat yang berada di Sumatra Barat, pertanyaan semacam ini akan terlontar ketika kamu baru saja datang. Ini karena bilo tibo dalam Bahasa Minang berarti kapan sampai?

6. Lamak bana

Lamak bana berarti enak sekali atau enak banget. Kata-kata ini pas diucapkan ketika kamu mencicipi makanan dan memiliki rasa yang enak. Lamak bana juga bisa diucapkan ketika ada orang yang bertanya bagaimana rasa makanan yang baru saja kamu cicipi? Tanpa ragu langsung saja menjawab "Lamak bana!"

7. Rancak bana

Sumatra Barat terkenal dengan keindahan alamnya, dan perbukitan hijau yang mengelilingi. Kata yang tepat digunakan untuk mengekspresikan keindahan itu adalah rancak bana. Ranca memiliki arti bagus/indah/cantik, bana berarti banget atau sekali. Jadi kalau digabung berarti bagus sekali. Kata ini juga bisa digunakan untuk memuji gadis yang berwajah cantik, rancak bana!

8. A ko/A ni?

Mungkin kamu bertanya-tanya, untuk apa kata ini digunakan? Begitu singkat dan padat. A ko berarti apa itu? Sedangkan A ni berarti apa ini? Bisa kamu gunakan untuk menanyakan sesuatu benda atau apa pun.

9. Sia tu?

Kalau A ko berarti apa itu, sia tu berarti siapa itu? Digunakan untuk menanyakan seseorang.

10. Pai kama tu?

Pai berarti pergi, kama memiliki arti kemana, jadi pai kama berarti pergi kemana. Nah, orang minang biasanya menggunakan kata-kata 'tu' sebagai tambahan, jadi pai kama tu bisa diartikan sebagai pertanyaan pergi kemana tuh dia?

11. Siko ciek

kamu traveling dengan angkutan umum? Berarti harus tahu kata-kata ini, 'siko ciek'. Siko ciek biasa digunakan orang Sumbar untuk memberhentikan angkot yang melaju, yang kurang lebih bisa diartikan, "Stop, turun di sini satu orang".

12. Nda ado pitiah ketek

Nda berarti tidak, ado berarti ada, pitiah berarti uang, dan ketek berarti kecil. Kalau digabung menjadi 'tidak ada uang kecil'. Traveler bisa menggunakan bahasa ini ketika sedang membayar dalam transaksi jual-beli.

13. Aiaa angek ciek

Kamu makan di rumah makan Padang dan ingin meminta air putih hangat satu? Panggil saja sang uda pelayan rumah makan dan bilang "Aie angek ciek,". Kalau ingin air putih hangat dua, tinggal sebut "Aiaa angek duo, Uda" gampang kan?

14. Bara sadonyo?

Ketika berbelanja di pasar dan kamu ingin tahu berapa harga semua barang belanjaan, langsung katakan saja "Bara sadonyo, Uda/Uni?" Penjual pun akan menyebut harga total yang harus dibayar, karena bara sadonyo berarti berapa harga semuanya?

15. Siko lah

Ketika ingin memanggil orang, dan ia duduk atau berada di sebelah kamu, panggilnya namanya dan katakan "Ke sini lah" atau dalam bahasa Minang "Siko lah."

16. Makan ampek

Kalau aie angek ciek berarti air putih hangat satu, "Makan ampek," digunakan untuk kamu yang ingin memesan nasi kapau/makan berjumlah 4 porsi.

17. Bungkuih ciek

Nah, bungkuih ciek digunakan untuk traveler yang ingin memesan makanan yang dibawa pulang alias bungkus sebanyak satu bungkus.

18. Kamari payah

Ungkapan ini untuk menunjukkan kalau kamu sedang dilema alias tidak banyak pilihan. Misalnya kamu berada dalam kondisi ingin pergi ke suatu tempat, tapi sedang tidak ada uang atau tidak ada transportasi, namun kamu butuh dan harus banget pergi ke tempat itu.

Kamu bisa mengatakan 'kamari payah'.

19. Lai bisa kurang? Bara pasnyo? Kuranglah saketek

Belanja tanpa menawar tentu kurang asyik, terutama jika belanja di pasar tradisional. Biasanya, penawaran bisa berhasil kalau pembeli menggunakan bahasa Minang. Untuk itu, tidak ada salahnya mencoba kata-kata "Lai bisa kurang?" (Bisa kurang tidak?) dan "Bara pasnyo?" (Berapa harga pasnya?), "Kuranglah saketek" (kurangilah sedikit).

Selanjutnya
Halaman
1 2
BERITA TERKAIT
BACA JUGA