Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 25 Jan 2022 17:56 WIB

TRAVEL NEWS

Hapus Stigma Ritual Seks, Gunung Kemukus Tak Seperti yang Dulu

Andy Kurniawan
detikTravel
Perubahan di kawasan wisata Gunung Kemukus, Minggu (26/12/2021).
Gunung Kemukus punya tampilan baru. (Andika Tarmy/detikcom)
Sragen -

Objek wisata Gunung Kemukus di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, tengah berupaya menghapus stigma negatif. Kemukus, yang dulu lekat dengan ritual seks bebas, kini riuh oleh wisatawan yang mengagumi kecantikannya.

Berbagai upaya dilakukan Pemkab Sragen untuk mengikis stigma di objek wisata Gunung Kemukus. Terakhir, pemerintah pusat melalui Kementerian Pariwisata dan Kementerian PUPR menggelontorkan dana Rp 48 miliar untuk menata kawasan wisata di Desa Pendem, Kecamatan Sumberlawang itu.

"Harapannya New Kemukus nanti menjadi obyek wisata yang nyaman untuk keluarga maupun peziarah. Penataannya sejak Oktober 2020, diharapkan Januari 2022 sudah rampung," kata penanggungjawab objek wisata Gunung Kemukus, Marcellus Suparno, saat ditemui detikTravel akhir pekan lalu.

Dengan dana Rp 48 miliar, Kemukus dirombak total dari pintu masuk sampai lokasi makam Pangeran Samudro. Untuk menarik pengunjung, di tepi jalan Solo-Purwodadi (akses ke kawasan wisata Kemukus) kini terdapat dua bangunan menjulang dengan ornamen besar bertuliskan Gunung Kemukus warna oranye.

Masuk sekitar 500 meter, terdapat dua bangunan yang cukup luas mengapit jalan. Bangunan di sisi kanan akan difungsikan sebagai terminal pengunjung. Sedangkan bangunan di sisi kiri akan difungsikan sebagai lokasi stan kuliner dan UMKM.

Sesampainya di area wisata, pengunjung yang sebelumnya pernah ke Gunung Kemukus dijamin pangling. Kini terdapat tulisan KEMUKUS berukuran besar di samping kiri gerbang masuk.

Dari pintu gerbang itu pengunjung diarahkan menuju area tiket dan plasa penerima tamu. Di area itu terdapat dua relief sepanjang 8 meter dan tinggi 2 meter. Relief itu mengisahkan perjalanan Pangeran Samudro dari runtuhnya Majapahit hingga akhir kisahnya di Gunung Kemukus.

Pemkab Sragen Jawa Tengah tengah berupaya mengikis stigma ritual seks yang selama ini melingkupi obyek wisata Gunung Kemukus. Dana Rp 48 miliar digelontorkan pemerintah pusat demi menata obyek wisata ini menjadi The New Kemukus berkonsep wisata ziarah dan keluarga.Pemkab Sragen Jawa Tengah tengah berupaya mengikis stigma ritual seks yang selama ini melingkupi obyek wisata Gunung Kemukus. Dana Rp 48 miliar digelontorkan pemerintah pusat demi menata obyek wisata ini menjadi The New Kemukus berkonsep wisata ziarah dan keluarga. Foto: Dok. Kominfo Kabupaten Sragen

Setelah melewati plasa, terdapat areal parkir yang luas dengan musala yang cukup megah di sampingnya. Adapun lahan bekas bangunan liar dan warung-warung yang dulu rapat di bagian kanan kini disulap menjadi taman sepanjang 300 meter.

Sebelum sampai ke area wisata, pengunjung akan melewati Jembatan Barong. Jembatan ini melintang sepanjang 400 meter di atas area Waduk Kedung Ombo.

Di taman itu berjajar kursi-kursi permanen. Di depannya terdapat jembatan pedestrian sepanjang 300 meter menuju area Sendhang Ontrowulan. Di jembatan yang berhiaskan tiang-tiang lampu cantik itu, pengunjung dapat menikmati pemandangan Waduk Kedung Ombo di sisi timur taman.

Di ujung taman, pengunjung dapat memasuki area Sendhang Ontrowulan yang juga berubah total. Kini, sendang (sumur kuno) itu berada di dalam rumah kecil berpintu ukir cantik. Di depan sendang terdapat pendopo nan luas, area bilas, dan kamar ganti.

Perubahan drastis juga terjadi di area makam. Bangunan makam dipugar total, dari tembok menjadi gebyok (dinding kayu). Sedangkan di dalam makam tak banyak perubahan. Makam Pangeran Samudro berada tepat di tengah, diapit empat pilar bangunan rumah.

Halaman makam pun turut bersalin rupa. Kini, di halaman makam terdapat bangunan pendapa, area terbuka, area UMKM, serta museum. Tangga masuk ke makam yang semula lurus sekarang dibuat berkelok.

"Bangunannya diganti semua kecuali empat cagak (pilar) itu masih kita pertahankan," kata Suparno.

Menurut dia, Kemukus Baru memadukan konsep wisata keluarga dan religi. Dia berharap perombakan total itu dapat menghapus stigma yang selama ini melekat.

Meski objek wisata Gunung Kemukus belum resmi dibuka, sudah banyak pengunjung yang penasaran.

Pemkab Sragen Jawa Tengah tengah berupaya mengikis stigma ritual seks yang selama ini melingkupi obyek wisata Gunung Kemukus. Dana Rp 48 miliar digelontorkan pemerintah pusat demi menata obyek wisata ini menjadi The New Kemukus berkonsep wisata ziarah dan keluarga.Pemkab Sragen Jawa Tengah tengah berupaya mengikis stigma ritual seks yang selama ini melingkupi obyek wisata Gunung Kemukus. Dana Rp 48 miliar digelontorkan pemerintah pusat demi menata obyek wisata ini menjadi The New Kemukus berkonsep wisata ziarah dan keluarga. Foto: Dok. Kominfo Kabupaten Sragen

"Banyak yang penasaran ingin melihat perubahan Kemukus. Tapi mayoritas pengunjung asal Sragen saja," ujar Suparno.

Saat itu, ada dua rombongan naik kereta kelinci dari Desa Kalikobok, Kecamatan Tanon.

"Dulu nggak berani (ke sini), karena katanya buat mesum gitu. Tapi sekarang sudah bagus setelah direnovasi," kata Wati Jayanti (30).

Senada diutarakan Prayitno (45), pengunjung asal Kabupaten Grobongan.

"Mampir saja sama keluarga, katanya Kemukus direnovasi. Benar, sekarang jadi bagus," kata Prayitno.



Simak Video "Masjid Agung Tanara, Saksi Bisu Perjalanan Hidup Syekh Nawawi, Banten"
[Gambas:Video 20detik]
(fem/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA