Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Jumat, 11 Feb 2022 08:43 WIB

TRAVEL NEWS

Saat Sampah Plastik yang Buat Penyu Mati Jadi Masalah Besar di UEA

Penyu
Foto: Penyu di UEA (Kamran Jebreili/AP)
Jakarta -

Sampah plastik yang menyebabkan terpuruknya hewan laut masih menjadi masalah di dunia. Tak hanya di Indonesia, banyak penyu yang juga terdampak di pantai Uni Emirat Arab (UEA).

Pada minggu lalu, penyu sisik terdampar di sebuah pantai Kalba, kota di pantai timur UEA. Dahulu, pantai ini begitu alami, tapi kini telah dikotori oleh sampah dari tempat pembuangan terdekat. Kantong plastik, botol sampai penyu mati menjadi pemandangan yang menyedihkan.

Seorang ahli kelautan bernama Fadhi Yaghmour memeriksa sekitar 200 penyu untuk sebuah penelitian. Hasilnya, dia menemukan penyebab kematian dari penyu adalah sampah plastik yang mereka makan.

"Ini mungkin kekurangan gizi," kata Fadhi.

Sampah plastik menyumbat saluran usus penyu dan membuat hewan-hewan itu kelaparan.

Penyu menjadi salah satu dari 64 hewan yang diambil dari pantai Kalba dan Khor Fakhan di Emirat Sharjah untuk dianalisis di Laboratorium Yaghmour.

Tim telah menerbitkan sebuah buletin tentang pencemaran laut yang berupaya mendokumentasikan bahaya plastik sekali pakai yang sudah melonjak digunakan di seluruh dunia. Tak lupa juga beserta sampah-sampah lain yang biasa ditemukan di laut.

Plastik yang dibuang menyumbat saluran air dan berdampak pada hewan-hewan di sekitarnya. Tak hanya penyu, tapi juga paus, burung dan hewan lainnya.

PenyuPenyu Foto: (Kamran Jebreili/AP)

Menurut penelitian, sebanyak 75% dari penyu hijau yang mati dan 55% dari penyu tempayan di Sharjah telah memakan sampah laut, seperti kantong plastik, tutup botol, tali dan jaring ikan.

"Saat sebagian besar penyu memiliki plastik di tubuh mereka, Anda tahu Anda memiliki masalah yang signifikan," tutur Fadhi.

"Jika ada waktu untuk peduli dengan penyu, sekaranglah saatnya," dia menambahkan.

Sayangnya, menurut World Conservation Union, penyu hijau dan tempayan terancam punah, terlebih penyu sisik. Ketiga spesies tersebut bisa ditemukan di perairan hangat dan dangkal di Teluk Persia, Teluk Oman dan sisi lain Selat Hormuz.

Selanjutnya, penyu yang paling sering makan plastik

Selanjutnya
Halaman
1 2
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
Breaking News
×
Update Tragedi Kanjuruhan
Update Tragedi Kanjuruhan Selengkapnya