Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Kamis, 24 Feb 2022 16:12 WIB

TRAVEL NEWS

Putin Didukung 4 Negara Akui Kemerdekaan Donetsk dan Luhansk

Putu Intan
detikTravel
Donetsk, Luhansk
Donetsk dan Luhansk. Foto: Google Maps
Kiev -

Hubungan Rusia dengan Ukraina memanas setelah Presiden Rusia Vladimir Putin mengakui kemerdekaan Donetsk dan Luhansk. Dalam hal ini, Rusia juga didukung 4 negara lain.

Donetsk dan Luhansk atau yang dikenal pula sebagai Donbas, berada dalam konflik Rusia-Ukraina sejak 2014. Konflik terjadi setelah Rusia mengambil alih Semenanjung Krimea lalu mendorong pemberontakan separatis di kedua wilayah.

Kedua wilayah ini kemudian memproklamirkan diri sebagai republik sedangkan Ukraina dan dunia internasional masih mengakuinya sebagai bagian dari Ukraina.

Di sisi lain Rusia mengakui kemerdekaan Donetsk dan Luhansk pada Senin (21/2/2022). Tak sendiri, menurut pemberitaan media Al Jazeera, hingga Selasa (22/2) ada 4 negara lain yang juga mengakui kemerdekaan wilayah tersebut.

Keempat negara itu adalah Kuba, Venezuela, Nikaragua, dan Suriah. Selain itu, beberapa provinsi negara Georgia yang memisahkan diri dari Ossetia Selatan dan Abkhazia juga mengakui kemerdekaan Donetsk dan Luhansk.

Presiden Nikaragua Daniel Ortega mengatakan keputusan Putin sudah benar. Ia menyampaikan dukungannya melalui pidato di Managua.

"Saya yakin jika mereka melakukan referendum seperti yang dilakukan di Krimea, orang-orang akan memilih untuk menggabungkan wilayah itu ke Rusia," katanya seperti dikutip dari Reuters.

Donetsk dan Luhansk dihuni para separatis yang didukung Rusia. Mereka bertempur melawan tentara Ukraina. Akibatnya, lebih dari 14.000 orang tewas dalam pertempuran.

Sebelumnya, Putin mengatakan dalam pidatonya bahwa keputusannya mengakui kemerdekaan Donetsk dan Luhansk sebenarnya sudah lama tertunda.

"Saya percaya perlu untuk mengambil keputusan yang sudah lama tertunda, untuk segera mengakui kemerdekaan dan kedaulatan Republik Rakyat Donetsk dan Republik Rakyat Luhansk," katanya dilansir dari AFP.

Putin turut menuntut Ukraina mengakhiri operasi militernya terhadap pasukan pro-Moskow.

"Kami menuntut segera diakhirinya operasi militer," kata Putin.

"Jika tidak, semua tanggung jawab untuk kemungkinan kelanjutan pertumpahan darah akan sepenuhnya menjadi tanggung jawab rezim yang berkuasa di Ukraina," tambahnya.



Simak Video "Klinik Bersalin di Ukraina Kena Rudal, Bayi Baru Lahir Tewas"
[Gambas:Video 20detik]
(pin/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA