Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 12 Mar 2022 19:43 WIB

TRAVEL NEWS

Ampyang Camilan Manis dari Karanganyar, Digemari di Jepang dan Arab Saudi

Kartika Bagus
detikTravel
Proses produksi ampyang, camilan tradisional yang mengglobal.
Ampyang camilan manis dari Karanganyar digemari di Jepang dan Arab Saudi. (Kartika Bagus/detikcom)
Karanganyar -

Ampyang makanan manis dari gula dan kacang khas dari Karanganyar, Jawa Tengah. Rupanya, digemari juga di Jepang.

Ampyang bukan camilan asing buat warganya. Camilan berbahan kacang dan gula merah ini dikenal sebagai oleh-oleh khas kota Bengawan. Konon, camilan itu disebut ampyang karena penampilannya mirip jalan rusak, dalam istilah Bahasa Jawa disebut dalan ampyang.

Tak hanya menjadi oleh-oleh dan suguhan untuk tamu, ampyang juga menjadi pelengkap sajian dalam sejumlah upacara adat Jawa seperti mitoni atau peringatan kehamilan bulan ke-7. Bersanding dengan aneka jajan pasar, ampyang menjadi bagian penting pada ritual tersebut.

Proses produksi ampyang, camilan tradisional yang mengglobal.Proses produksi ampyang, camilan tradisional yang mengglobal. (Kartika Bagus/detikcom)

Di Karanganyar, tepatnya di daerah Tegalasri, Bejen, ada pengusaha muda yang mengembangkan ampyang menjadi camilan kegemaran generasi milenial.

Dia adalah Alif Danan Fathir. Dengan mengusung merek Ampyang Jawa, pria berusia 35 tahun itu memasarkan ampyang sampai ke luar negeri.

Kepada detikcom yang menyambangi rumahnya belum lama ini, Danan mengatakan bentuk ampyang di rumah produksinya berbeda dengan ampyang pada umumnya yang cenderung bulat dengan tonjolan-tonjolan kacang di permukaannya.

Proses produksi ampyang, camilan tradisional yang mengglobal.Proses produksi ampyang, camilan tradisional yang mengglobal. (Kartika Bagus/detikcom)

Menurut dia, ampyang mengandung banyak kalori.

"Ekstrak jahenya juga bisa menambah imunitas di masa pandemi," kata Danan.

"Ampyang terbuat gula dan kacang, ada ekstrak jahenya. Dulu pernah membuat rasa moka dan rasa pedas. Tapi, sekarang cenderung kembali ke bentuk aslinya," Danan menambahkan.

"Ada berbagai varian saya amati dan saya modifikasi. Ampyang kan umumnya gepeng, di sini dibuat model bulat seperti bola pingpong. Itu yang menarik, dan adanya cuma di Ampyang Jawa. Alhamdulilah, sudah di ekspor ke Jepang dan Arab Saudi,", kata Danan.

"Khas ampyang di sini (ampyang Jawa) khas jahenya lumayan terasa. Saya seringnya ngemil ampyang dengan teh tawar kalau sore bersama keluarga," kata salah satu warga Karanganyar, Diana Mardika Sari.

"Buat oleh-oleh atau hantaran juga oke. Kualitas kemasannya bagus, dijamin tahan lama," ujar Diana.

Harga ampyang Jawa cukup terjangkau, Rp 8-12 ribu untuk kemasan kecil. Sedangkan untuk kemasan curah seberat satu kilogram, ampyang Jawa dibanderol Rp 60 ribu.



Simak Video "Bikin Laper: Gurih Pekatnya Rica Entog Pak Gedhi di Solo"
[Gambas:Video 20detik]
(fem/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA