Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 14 Mar 2022 11:05 WIB

TRAVEL NEWS

Nasib Turis Rusia: Tak Punya Uang Tunai, Enggak Bisa Pulang

Femi Diah
detikTravel
Turis Rusia terjebak di Phuket
Turis Rusia terjebak di Phuket karena. tidak bisa pulang. (Mladen Antolov/AFP)
Phuket -

Ribuan turis Rusia terdampar di pantai-pantai di Thailand karena perang di Ukraina. Mereka tidak mampu membayar tagihan dan tidak bisa pulang karena tidak ada penerbangan.

Setidaknya, sekitar 6.500 turis Rusia terjebak di Phuket, Surat Thani, Krabi dan Pattaya, empat provinsi yang merupakan tujuan wisata pantai yang populer. Selain itu, ada 1.000 warga Ukraina yang juga terjebak di negeri gajah putih itu.

Sekitar 17.599 orang Rusia menjadi turis asing terbanyak pada bulan Februari. Dengan angka itu, turis Rusia mengisi 8,6% dari total 203.970 wisatawan asing. Setelah invasi Rusia 24 Februari ke Ukraina, jumlah turis Rusia turun drastis.

Gubernur Otoritas Pariwisata Thailand Yuthasak Supasorn, mengatakan Rusia menghadapi dua masalah utama. Pertama, pembatalan penerbangan pulang oleh maskapai yang telah berhenti terbang ke Rusia.

Dan, yang kedua, penangguhan layanan keuangan, terutama oleh perusahaan kartu kredit yang telah bergabung dengan sanksi terhadap Moskow. Ada juga yang memilih menunda kepulangannya.

"Ada beberapa maskapai yang masih terbang ke Rusia, tetapi pelancong harus transit di negara lain. Kami sedang berusaha mengoordinasikan dan mencari penerbangan untuk mereka," kata Yuthasak seperti dikutip ABC.

Penerbangan yang bisa dipilih turis Rusia untuk pulang adalah lewat negara-negara Timur Tengah.

Dia mengatakan upaya juga sedang dilakukan untuk menemukan metode pembayaran alternatif bagi wisatawan Rusia.

Siwaporn Boonruang, penerjemah sukarelawan untuk turis Rusia yang terdampar di Krabi, mengatakan sejumlah turis Rusia tidak bisa membayar tagihan karena tidak dapat menggunakan kartu kredit Visa atau Mastercard.

Turis Rusia yang memiliki uang tunai dan kartu kredit UnionPay, yang dikeluarkan oleh perusahaan jasa keuangan China, masih dapat menggunakannya.

Alternatif untuk bertransaksi dengan cryptocurrency tidak diperbolehkan.

Opsi lain yang diberikan kepada turis Rusia diberi potongan harga sewa kamar hotel.

Selain itu, pemerintah Thailand menawarkan perpanjangan visa 30 hari tanpa pembayaran dan berusaha mencari akomodasi alternatif berbiaya rendah bagi orang-orang yang terpaksa tinggal untuk waktu yang lama.

Simak Video 'Alasan Rusia Hancurkan Pangkalan Militer Ukraina Dekat Perbatasan Polandia':

[Gambas:Video 20detik]



(fem/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA