Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 18 Mar 2022 12:43 WIB

TRAVEL NEWS

Mitos Gunung Gede Pangrango, Makam Raden Suryakencana, dan Istana Gaib

Ismet Selamet
detikTravel
Gunung Gede menjadi salah satu destinasi wisata favorit warga Jabodetabek karena lokasinya yang strategis. Pihak taman nasional sudah kembali membolehkan pendakian ke Gunung Gede saat pandemi COVID-19.
Alun-alun Suryakencana (Andhika Prasetia)
Cianjur -

Gunung Gede Pangrango di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat menyimpan kisah Raden Suryakencana yang makamnya berada di puncak gunung. Juga ada kisah kerajaan gaib.

Sejarawan sekaligus Sekretaris Lembaga Kebudayaan Cianjur (LKC) Luki Muharam menjelaskan, secara turun-temurun, sebagian warga Cianjur mempercayai mitos keberadaan makam Raden Suryakencana di kawasan Gunung Gede Pangrango. Tepatnya, di Alun-alun Suryakencana.

Selain itu, ada satu titik yang diyakini sebagai petilasan Raden Suryakencana. Petilasan tersebut berada di tengah alun-alun, dan disebut Batu Dongdang yang dijaga oleh Embah Layang Gading.

Alun-alun Surya Kencana berupa sebuah padang rumput datar dan luas pada ketinggian 2.750 mdpl yang berada di sebelah timur puncak Gede. Di sini juga tumbuh pohon edelweiss. Area ini menjadi favorit pendaki untuk mendirikan tenda.

Dalam mitos itu disebut-sebut sosok Raden Suryakencana merupakan anak dari pernikahan Raden Aria Wira Tanu atau yang lebih dikenal Dalem Cikundul (Pendiri Cianjur) dengan seorang putri jin bernama Dewi Arum Sari.

"Dari pernikahan Dalem Cikundul dengan putri dari raja jin Islam saat bertafaqur di daerah Subang itu, lahir beberapa anak. Ada yang menyebutkan dua, ada punya yang mengatakan lebih. Tapi yang lebih dikenal dua, yakni Raden Suryakencana dan Sukaesih," kata Luki kepada detikcom.

Kemudian, Raden Suryakencana ditempatkan oleh kakeknya, yakni Syeh Zubaedi, di Gunung Gede Pangrango. Sementara itu, adiknya ditempatkan di Gunung Ciremai.

Bahkan, sebagian masyarakat Cianjur juga meyakini Eyang Suryakencana kerap hadir saat perayaan hari jadi Cianjur dan menunggang kuda kosong yang diarak berkeliling ketika digelar pawai.

"Suka tidak suka, warga Cianjur mempercayai keberadaan Eyang Suryakencana di Gunung Gede dan saat digelar tradisi kuda kosong, Suryakencana menaiki kuda tersebut," tuturnya.

Selain itu, berdasarkan cerita rakyat di Cianjur, di Gunung Gede Pangrango tepatnya di Alun-alun Suryakencana juga terdapat kerajaan gaib. Di kawasan tersebut berdiri megah 24 leuit (tempat penampungan padi) dan 25 pohon kelapa secara berjajar.

"Adanya Raden Suryakencana dan kerjaan gaib itu membuat warga Cianjur menjadikannya sebagai tempat yang sakral dan suci," kata dia.



Simak Video "Inilah Hamparan Kesejukan yang Tak Jauh dari Jakarta"
[Gambas:Video 20detik]
(fem/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA