Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 22 Apr 2022 16:08 WIB

TRAVEL NEWS

Hong Kong Makin Sengsara, Pusat Penerbangan Dunia Itu Memudar

Pemandangan Kota Hong Kong
Hong Kong (Foto: Dadan Kuswaraharja/detikcom)
Hong Kong -

Hong Kong sepertinya sudah dikendalikan penuh oleh China. Aturan terbaru merusak statusnya sebagai pusat penerbangan dunia.

Pembatasan Covid-19 di Hong Kong terus membatasi aturan perjalanan di sana. Melansir CNN, Jumat (22/4/2022), hanya ada satu penerbangan dari luar kawasan Asia Pasifik yang mendarat pada Selasa dan Rabu.

Pemerintah baru-baru ini mengizinkan penerbangan dari sembilan negara, termasuk Australia, Inggris, dan Amerika Serikat setelah larangan selama dua hingga tiga bulan. Tapi, maskapai terus berjuang dengan kebijakan ketat nol Covid.

Di minggu ini, pejabat melarang penerbangan lagi dari India, Pakistan dan Filipina untuk sementara. Hingga Rabu, 11 rute penerbangan dari 10 maskapai telah dihentikan sementara, termasuk dari London dan Amsterdam, kata pemerintah dalam sebuah pernyataan.

Gangguan terbaru terkait peraturan kontroversial yakni mengharuskan rute ditangguhkan selama tujuh hari jika tiga atau lebih penumpang positif Covid-19 pada tes penerbangan masuk atau memiliki dokumentasi kesehatan yang tidak memadai.

Maskapai yang terkena dampak adalah Cathay Pacific, Singapore Airlines, Ethiopian Airlines, Qatar Airways, KLM Royal Dutch Airlines, Air India, Turkish Airlines, Malaysia Airlines, All Nippon Airways dan maskapai anggaran regional Scoot, menurut otoritas Hong Kong.

Cathay hanya akan menerbangkan 2% dari kapasitas penumpang normal karena Hong Kong tetap tertutup. Dalam beberapa bulan terakhir, munculnya varian Omicron membuat aturan ini telah diaktifkan berulang kali.

Itu menyebabkan banyak penerbangan ke Hong Kong dibatalkan dan kekacauan bagi pelancong di seluruh dunia. Dalam bulan ini, 21 rute telah ditangguhkan karena aturan tersebut, menurut penghitungan CNN.

Joanne Townson, yang telah tinggal di Hong Kong selama lebih dari 25 tahun, mengatakan setidaknya enam penerbangannya ke Hong Kong dibatalkan selama 16 bulan terakhir karena berbagai alasan, termasuk peraturan.

Dia mengatakan larangan penerbangan dan pembatasan karantina di Hong Kong baru-baru ini mendorongnya untuk mengundurkan diri dari pekerjaan yang dicintai dan terbang ke Eropa, karena dia tidak dapat melihat putrinya selama 18 bulan.

Selanjutnya: aturan penerbangan baru mengancam posisi Hong Kong

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Kasus Covid-19 Meningkat Tajam, Hong Kong Pertimbangkan Opsi Lockdown"
[Gambas:Video 20detik]
BERITA TERKAIT
BACA JUGA