Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Jumat, 06 Mei 2022 17:34 WIB

TRAVEL NEWS

Di Sidang PBB, Sandiaga Bocorkan Strategi Wisata Usai Bencana COVID

Sandiaga Uno memberikan sambutan di event High-level Thematic Debate on Tourism yang diadakan oleh United Nations General Assembly Hall, New York Amerika Serikat, Rabu (4/5/2022).
Sandiaga Uno di sidang umum PBB di New York beberapa hari lalu (Foto: Kemenparekraf)

Pengembangan sektor pariwisata yang berkelanjutan harus melihat di luar isu lingkungan atau kesejahteraan lingkungan dan juga harus mengangkat martabat budaya lokal, masyarakat dan pengetahuan tradisional, serta menciptakan keseimbangan antara pariwisata massal dan pariwisata berkualitas.

Dalam pengalamannya, Sandiaga Uno mengungkapkan hal tersebut akan membutuhkan elemen-elemen yang saling berhubungan berikut ini.

Pertama, pendekatan multi-stakeholder menuju pengembangan sektor pariwisata berkelanjutan. Dalam mengembangkan sektor pariwisata berkelanjutan, kita tidak bisa melakukannya sendiri. Baik sektor publik maupun swasta perlu terlibat dan berkolaborasi satu sama lain, serta dengan masyarakat lokal.

Baik sektor swasta maupun publik perlu fokus untuk memiliki tujuan yang terukur dan metrik yang sebanding. Komponen-komponen ini sangat penting untuk perbaikan jangka panjang dan akuntabilitas pariwisata berkelanjutan.

Untuk lebih menyelaraskan upaya menuju praktik pariwisata berkelanjutan terbaik, juga penting bagi pemangku kepentingan publik dan swasta untuk memiliki narasi terpadu tentang apa yang dimaksud dengan pariwisata berkelanjutan dan bagi mereka untuk memiliki akses yang memadai ke informasi yang akurat.

Saat ini, kita juga perlu melihat peran Milenial dan Gen Z dalam keberlanjutan tidak hanya sebagai turis, tetapi juga sebagai investor. Oleh karena itu, keterlibatan dengan demografis pada pariwisata berkelanjutan harus menjadi prioritas.

Ada peluang untuk mengalihkan fokus pembahasan dari mitigasi "dampak negatif" ke arah menciptakan "dampak positif" dari pariwisata, yaitu penataan perjalanan yang mendanai perlindungan alam, brain-gain, pemberdayaan masyarakat marjinal dan adat, dan lainnya.

Pada akhirnya, kita perlu memastikan bahwa proporsi yang lebih besar dari manfaat program pariwisata berkelanjutan (manusia, laba, planet) akan mengalir ke masyarakat lokal dan masyarakat adat.

Kedua, perlunya penguatan peran masyarakat sebagai agen perubahan transformasi pariwisata. Sebagai bagian dari upaya kami dalam membangun sektor pariwisata yang tangguh dan berkelanjutan, kami akan fokus untuk memajukan pemulihan pariwisata melalui penguatan peran masyarakat sebagai agen perubahan transformasi pariwisata.

Pendahulu Sandiaga, Menteri I Gede Ardika, pernah mengatakan bahwa pariwisata pada awalnya diidentifikasi sebagai pendorong penting pertumbuhan ekonomi, tetapi intinya adalah kemanusiaan. Terlalu sering, kita memperlakukan pariwisata hanya sebagai bisnis di mana keuntungan modal adalah prioritas utama. Kita lupa bahwa itu adalah kekuatan kolektif dengan menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat lokal yang akan membantu pariwisata menjadi bukti masa depan.

Dengan program Desa Wisata Kemenparekraf mengintegrasikan akomodasi lokal, daya tarik, dan saling melengkapi di bawah pemerintahan desa dengan kearifan lokal. Program ini terbukti mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat desa, seperti terlihat di Desa Wisata Penglipuran di Bali yang menghasilkan pendapatan lebih dari USD 1,45 juta pada tahun 2020.

"Tahun lalu, kami sangat bangga ketika Nglanggeran, sebuah komunitas kecil di Provinsi Yogyakarta mendapatkan penghargaan dari UN WTO sebagai desa wisata terbaik di dunia. Di bawah Kepresidenan G20 Indonesia, dan bekerja sama dengan WTO PBB, kami merancang pedoman yang komprehensif, menunjukkan komunitas sebagai 'Rockstar' dari proses pemulihan," ujar Sandiaga.

"Pedoman Penguatan Komunitas dan UMKM Sebagai Agen Transformasi Pariwisata - A People Centered Recovery" memetakan kolaborasi global pada agenda utama transf yang mencakup isu-isu terkait dengan: sektor pariwisata.

  • Mengembangkan sumber daya manusia terkait kewirausahaan, dan pendidikan ke pekerjaan, keterampilan,
  • Meningkatkan inovasi, digitalisasi, dan ekonomi kreatif.
  • Pemberdayaan perempuan dan pemuda.
  • Aksi iklim dan keadilan, konservasi keanekaragaman hayati, dan ekonomi sirkular.
  • Dan memperkuat kerangka kebijakan, tata kelola, dan investasi.

Dan terakhir, untuk memastikan sektor pariwisata yang tangguh, penting agar pergerakan orang dan perjalanan dapat terus berlangsung dengan aman bahkan di masa pandemi. "Dalam konteks ini, kita perlu membahas lebih lanjut tentang bagaimana kita dapat menyelaraskan kesehatan standar protokol untuk perjalanan lintas batas," tutup Sandiaga Uno

Halaman
1 2 Tampilkan Semua


Simak Video "Respons Sandiaga Uno atas Maraknya Kecelakaan Bus Pariwisata"
[Gambas:Video 20detik]

(ddn/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA