Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 06 Jun 2022 17:20 WIB

TRAVEL NEWS

Bikin Paspor Bikin Murka

Tim detikcom
detikTravel
Apa itu paspor sering ditanyakan karena ketidakpahaman fungsinya.
Paspor (Foto: Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Ayam jago pagi itu belum berkokok tapi ada pelaku antrean subuh paspor yang sudah kehabisan slot. Fenomena ini terjadi beberapa waktu ke belakang.

Pada hari ini, Senin (6/6/2022), Dirjen Imigrasi telah menambah kuota paspor sebanyak tiga kali lipat. Aturan itu berlaku untuk seluruh Indonesia.

Sebelumnya, penulis dan orang-orang yang kurang beruntung harus menunggu berminggu-minggu hanya untuk mendapat antrean online. Upaya yang paling melelahkan pun dilakukan, yakni mendatangi kantor secara langsung sebelum subuh.

Namun, upaya itu juga masih belum maksimal di kala datang terlalu siang, meski tak lebih dari pukul 06.00. Antrean walk-in itu rawan penuh jika tak mengantre dari pukul 03.00 atau kurang.

Di Jakarta Selatan misalnya, ada dua kantor imigrasi yang membuka layanan walk-in, yakni di Pondok Pinang dan Kemang Village Mall. Sebelum penambahan slot antrean paspor secara online, begitu banyak pengantre subuh bahkan ada yang datang pada pukul 23.00 dan mereka tidur di kendaraan.

"Menyikapi peningkatan permintaan permohonan paspor akhir-akhir ini, Direktorat Jenderal Imigrasi menambah kuota penerbitan paspor hingga tiga kali lipat di seluruh kantor imigrasi di Indonesia. Penambahan kuota berlaku mulai Senin (6/6)," kata Subkoordinator Humas Ditjen Imigrasi Achmad Nur Saleh.

"Pengisian kuota antrean tambahan dilakukan melalui aplikasi Mobile Paspor (M-Paspor) yang dapat diunduh oleh pemohon melalui Playstore maupun Appstore. Pemohon paspor yang selama beberapa hari belakangan kesulitan mendapatkan kuota dapat mulai mengajukan permohonan melalui M-Paspor," imbuh dia.

Ada lagi yang mengganjal dalam layanan paspor ini, yakni fotokopi. Jadi, Dirjen Imigrasi sudah melaksanakan proses paperless, namun kenyataannya masih belum diimplementasikan di lapangan.

Bagi traveler yang datang mengurus paspor masih ditanya akan fotokopi dokumen-dokumen asli. Jadi dalam kepengurusan perpanjangan paspor secara online, traveler harus mengunggah foto KTP-kartu keluarga.

Nah, sesampainya di kantor imigrasi, pelamar masih diberikan map yang berisi berkas di atas juga print out lembar pengantar dari M-Paspor. Sistem paperless pun belum terlaksana secara baik.

Mungkin, paperless itu akan mematikan jasa fotokopi yang ada di sekitar kantor imigrasi. Jika traveler mengurus paspor, biaya fotokopi dokumen itu seharga Rp 1.000 per lembar.

Semoga ke depan perpanjangan atau pembuatan paspor akan lebih mudah dan benar-benar paperless. Dan, aplikasi M-Paspor semakin andal juga slot antrean dapat terus mengakomodir pemohon.



Simak Video "Tanggapan Pihak Imigrasi Jaksel soal Antre Layanan Paspor dari Subuh "
[Gambas:Video 20detik]
(msl/wsw)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA