Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 08 Jun 2022 06:12 WIB

TRAVEL NEWS

Tarif Rp 750 Ribu Mendaki Borobudur Tuai Pro-Kontra, Disorot Media Asing

Femi Diah
detikTravel
Petugas Balai Konservasi Borobudur (BKG) menunjukkan aus di bagian tangga dan relief Candi Borobudur, Magelang, Selasa (7/6/2022)
Foto: Eko Susanto/detikJateng
Jakarta -

Rencana kenaikan harga tiket mendaki Candi Borobudur menjadi polemik di dalam negeri. Selain itu, juga disorot oleh media asing.

CNN yang mewartakan tarif baru mendaki Candi Borobudur. Di dalam artikel disebutkan adanya tiket baru itu adalah upaya pemerintah Indonesia melestarikan kekayaan sejarah dan budaya di negara ini.

"Kami sepakat untuk membatasi kuota wisatawan menjadi 1.200 orang per hari dengan biaya USD 100 untuk turis asing dan 750.000 rupiah (USD 71) untuk turis domestik," kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, seperti dikutip CNN.

Adanya tarif baru untuk mendaki Candi Borobudur itu sudah lebih dulu gaduh di dalam negeri. Ada yang sepakat, ada pula yang tidak setuju. Bahkan, ada pula yang salah menerima informasi. Sebagian menyimpulkan bahwa ada kenaikan tiket masuk Candi Borobudur yang semua Rp 50 ribu dan naik menjadi Rp 750 ribu.

Luhut menyebut tarif Rp 750 ribu itu untuk naik ke area stupa Borobudur dan terdapat patung-patung besar sang Buddha. Untuk memasuki taman wisata, tarif tiket masuknya tetap sama yakni Rp 50 ribu. Tarif baru juga dikenakan buat pelajar, dari Rp 25 ribu menjadi Rp 5.000.

Sejumlah kalangan menyampaikan respons negatif dengan adanya tarif baru itu. Di antaranya para pedagang. Mereka khawatir jumlah pengunjung Candi Borobudur makin berkurang. Selama pandemi, mereka merasakan betul dampak tidak adanya wisatawan karena seperti objek wisata lainnya, Candi Borobudur ditutup. Bahkan, setelah melandai hanya pelataran candi Buddha terbesar di dunia itu yang dibuka, area stupa tetap ditutup.

Pemeluk agama Buddha juga mempertanyakan kebijakan itu. Mereka khawatir tidak bisa leluasa lagi beribadah di Candi Borobudur karena harga tiket mendaki ke area stupa dinilai sangat mahal.

Sementara itu, mereka yang menyetujui rencana pemerintah berpatokan konservasi. Batu-batu dan relies Candi Borobudur mulai terkikis. Candi itu juga terancam makin turun.

Aksi turis yang tidak sopan dan bertingkah seenaknya juga menjadi sorotan. Kepala Balai Konservasi Borobudur (BKB) Wiwit Kasiyati mengungkapkan hasil pemantauan kondisi Candi Borobudur dari tahun ke tahun. Dia bilang kerusakan di candi Buddha itu mengalami kenaikan.

"Kami tiap tahun rutin melakukan melakukan monitoring keterawatan. Keausan kita monitoring, kemudian retakan, sampah, jumlah pengunjung, pokoknya kerusakan yang ada di candi kita monitoring," kata Wiwit.



Simak Video "Respons Turis Lokal dan Asing soal Harga Tiket Candi Borobudur"
[Gambas:Video 20detik]
(fem/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA