Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Minggu, 10 Jul 2022 11:56 WIB

TRAVEL NEWS

Sedih Banget, Candi Bojongemas di Bandung Kondisinya Tak Terawat

Yuga Hassani
detikTravel
Kondisi Candi Bojongemas di Solokanjeruk, Kabupaten Bandung
Candi Bojongemas. Foto: Yuga Hassani/detikJabar
Jakarta -

Candi Bojongemas kondisinya memprihatinkan. Usai diangkat dari Sungai Citarum, candi itu tak dirawat.

Pantauan detikJabar, terlihat papan informasi mengenai Candi Bojongemas telah berkarat dan hampir hilang tulisannya. Tumpukan batuan dengan bentuk kotak, bulat, nampak sudah tidak tertata.

Lokasi candi tersebut berada di pinggir jalan Bojongemas yang berdekatan dengan Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum. Bahkan saat ini kondisinya telah terdapat benteng komplek yang merapat ke area candi tersebut.

Warga sekitar, Herman (50) mengatakan posisi candi tersebut awalnya berada di Sungai Citarum. Namun telah dipindahkan oleh masyarakat saat pemindahan jalur Sungai Citarum.

"Pertama posisinya ada di tengah Sungai Citarum. Waktu itu air surut jadi ketemu, digali pake beko, awalnya yang terlihat itu batu atas saja. Setelah di gali ternyata batuannya banyak," ujar Herman saat ditemui detikJabar, Kamis (7/7/2022).

Pihaknya tidak mengetahui persis tahun berapa candi tersebut dilakukan pemindahan. Menurutnya yang mengetahui banyak tentang sejarah penemuan candi tersebut saat ini telah meninggal dunia.

"Dengan saya juga lebih tua candi ini, saya kurang tahu dipindahin ke sini tahun berapa. Dulu pengurusnya namanya Pak Adam, tapi udah meninggal. Dulu semua koordinasi ke Pak Adam, baik dari pemerintah atau komunitas dan masyarakat luar daerah yang ingin ke sini," katanya.

Herman menjelaskan candi tersebut awalnya berbentuk kolam ikan. Bahkan, kata dia, terdapat sumber air.

"Bentuk aslinya berupa kolam ikan di tengahnya bangunan candinya, ada ikan berjenis paray, airnya gede meskipun musim kemarau, bisa disebut sumber air lah," ucapnya.

Dia mengungkapkan dalam candi tersebut terdapat batuan dengan berbagai bentuk. Menurutnya sebagian batuan telah dibawa ke museum.

"Ada juga batuan yang berbentuk Lisung dan Halu (sebuah alat untuk menumbuk padi/beras)," kata Heman.

"Baik alat itu, atau sebagian batuan sudah dibawa ke museum, ini yang sisanya tinggal segini. Ini juga yang ngerapihin saya," tambahnya.

Herman menambahkan di lokasi candi tersebut dulunya sempat diberi batas. Namun, kata dia, saat ini kondisinya telah berbeda.

"Dulunya dipagar, berbentuk kotak mengitari candi, sekarang enggak sama kali," tuturnya.

Pihaknya berharap candi tersebut bisa kembali diperhatikan oleh pemerintah. Dengan itu, menurutnya, situs tersebut bisa terjaga.

"Sayang sekarang kondisinya kaya gini, gak ada yang ngurus atau setidaknya memperhatikan, ya bagusnya diurus lagi sama pemerintah," pungkasnya.

Artikel ini sudah tayang di detikJabar.



Simak Video "Tindak Lanjut Pemkot Bandung Terkait HIV/AIDS yang Capai Ribuan Kasus"
[Gambas:Video 20detik]
(pin/pin)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA