Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Selasa, 09 Agu 2022 13:09 WIB

TRAVEL NEWS

Sejarawan: Kartosoewirjo-NII Garut-Rp 25 Ribu Masuk Surga Berkaitan

Garut dan Islam radikal
Aktivitas warga di kaki Gunung Guntur Garut (Foto: Pradita Utama/detikcom)
Garut -

Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo yang membentuk NII di Garut masih menyisakan benih hingga kini. Terbaru, di kawasan wisata Garut selatan ada paham Islam radikal dengan berinfak Rp 25.000 bisa masuk surga.

Mereka mengecam thogut ke Pancasila dan pemerintah dan bisa dikatakan berinduk pada ajaran Kartosoewirjo. Kata sejarawan Garut, Warjita, masih adanya benih-benih NII itu berkaitan erat juga dengan paham sinkretisme, perpaduan aliran-aliran agama yang masih kental di Garut.

"Itu yang menarik. Saya pikir, semua yang muncul-muncul sumber pertama dari ajaran DI/TII," kata Wajita pada detikcom minggu pertama Agustus 2022.

"Kartosoewirjo bukan kyai, kenapa dia memilih Garut dan Tasik, karena dianggap Islamnya kuat, berbaur dengan mistis. Berbeda dengan Islam yang modernis, tidak," terang dia.

"Dia memproklamirkan diri sebagai imam yang benar-benar dapat diikuti masyarakat. Nah orang Garut sini adalah Sunda yang percaya pada hal-hal mistis dan orang mempunyai keahlian di dalamnya," jelas dia.

Ia lalu menjelaskan posisi Kartosoewirjo sebagai orang dengan ilmu kanuragan tingkat tinggi. Karena Islam di Garut yang lekat dengan kebudayaan Sundanya, warga pun mudah percaya.

Sejarawan Garut WarjitaSejarawan Garut Warjita (Foto: Pradita Utama/detikcom)

"Kartosoewirjo begitu, dia seorang ratu adil, ahli kanuragan, dia tapa geni dia bertapa di gua, sehingga menjadi orang yang dikultuskan, karena Islam di sini saklek tapi di sini juga seperti Islam Kejawen," terang Wajita.

"Kartosoewirjo juga dianggap orang sakti saat memiliki benda yang bernama Cidongkol dan Ki Rompang. Siapa saja yang dapat menggabungkan dua benda itu akan mendapat kekuatan yang luar biasa," jelas dia.

"Dan parahnya masyarakat Garut dan Tasik percaya. Inilah yang akan membebaskan dari penjajahan. Kata saya juga, mengajarkan Islam dan kekuatan mistis. Jadi berbau dengan itu," kata dia lagi.

Lalu, apakah Islam radikal Rp 25 ribu masuk surga juga berkaitan dengan NII? Warjita mengiyakannya.

"Ya itu. Ideologi masih hidup karena berdasar mitos itu. Ketika ucapan yang dianggap demikian akan dipercaya," katanya mantap.

"Garut memang sangat berpotensi dengan hal itu," imbuh dia.

Ia lalu memberi contoh ajaran Islam menyimpang lainnya. Yakni, orang yang belakangan diketahui memiliki masalah kesehatan jiwa mengaku sebagai rasul dan pemimpin NII.

"Dulu sebelum ramai NII kan ada Sensen Komara yang menyatakan itu. Itu ujung-ujungnya ingin mendirikan negara Islam juga," kata dia.

"Dia kan mengubah kalimat syahadat. Dia salat tidak menghadap kiblat barat tapi ke timur. Tapi setelah ditindak polisi disinyalir sakit jiwa, gila. Sampai sekarang pengikutnya ada, di Garut selatan," imbuh Warjita.

Kata Warjita, masalah di atas benang merahnya adalah mereka sangat erat kaitannya dengan DI/TII Kartosoewirjo yang ingin mendirikan negara Islam. Jadi banyak hal-hal yang melenceng.

"Itu terkait ke zaman Kartosoewirjo. Tetap melanjutkan negara Islam pertama kali yang dikaitkan oleh gerombolan itu," kata dia.



Simak Video "PCNU Ungkap Paham NII Sudah Masuk ke 41 Kecamatan di Garut"
[Gambas:Video 20detik]
(msl/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA