Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Kamis, 11 Agu 2022 16:22 WIB

TRAVEL NEWS

Lomba HUT RI Hasil Adaptasi Kolonial, Dikritik sebagai Pembodohan

Putu Intan
detikTravel
Lomba 17-an mulai diselenggarakan di berbagai daerah di Indonesia. Anak-anak pun antusias mengikuti berbagai perlombaan tersebut.
Lomba panjat pinang. Foto: Antara Foto

Lomba HUT RI dikritik sejarawan

Sejarawan Asep Kambali melalui postingan di Instagramnya @asepkambali, mengungkapkan kritik pada perayaan HUT RI yang selama ini dilakukan masyarakat, termasuk soal perlombaan yang tidak ada sangkut pautnya dengan kemerdekaan Indonesia.

[Gambas:Instagram]



"Kenapa kita dibikin nggak paham sejarah, nggak tahu para pahlawan, nggak mau belajar sejarah? Karena setiap kemerdekaan kita merayakannya dengan panjat pinang, balap karung dan makan kerupuk," kata Asep. Tim detikcom sudah meminta izin untuk mengutip pernyataan Asep.

Menurutnya, dengan melakukan perlombaan itu, tidak membuat masyarakat terutama anak-anak mengenal makna kemerdekaan. Lomba-lomba tersebut tidak memperkenalkan masyarakat dengan para pahlawan yang berjasa dalam kemerdekaan Indonesia.

"Apakah dengan panjat pinang, balap karung dan lomba makan kerupuk kita makin kenal para pahlawan, makin tahu jasa dan perjuangan para pahlawan bangsa? Tidak," ia berseru.

Asep justru menilai lomba-lomba yang selama ini dilakukan melanggengkan pemikiran kolonial.

"Balap karung simbol tanam paksa, karena pakai karung goni. Panjat pinang simbol penjajahan dan balap makan kerupuk simbol kemelaratan. Jadi pembodohan masal yang dilakukan sejak zaman kolonial kita lestarikan sampai hari ini," ujarnya.

Halaman
1 2 Tampilkan Semua

(pin/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA