Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Minggu, 14 Agu 2022 17:40 WIB

TRAVEL NEWS

6 Tren Pariwisata Pasca Pandemi dan Peluang Bisnis yang Bisa Dicoba!

Terlihat suasana Pantai Melasti Ungasan di padati wisatawan lokal dan Internasional, Denpasar, Bali,
21 Februari 2022. Pemerintah telah membuka kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia melalui dua pintu masuk, yaitu Bali dan Kepulauan Riau, Dalam hal asuransi kesehatan, contohnya, berdasarkan kesepakatan kementerian dan lembaga terkait,
maka WNA (warga negara asing) diminta memiliki asuransi kesehatan, mempertimbangkan risiko yang ada.
Foto: Ilustrasi wisatawan (Ichalchem/d'Traveler)
Jakarta -

Seiring membaiknya pandemi COVID-19 di Indonesia, aktivitas pariwisata juga berangsur membaik. Berikut 6 tren pariwisata dan peluang bisnisnya buat traveler:

Menurut data Kemenparekraf, pandemi Covid-19 dampak yang negatif pada sektor pariwisata Indonesia. Hal ini terlihat dari penurunan drastis wisatawan mancanegara, dari 4 juta wisatawan pada tahun 2020 menjadi hanya 1,5 juta wisatawan pada tahun 2021 (turun 61,57%).

Namun, seiring dengan membaiknya kondisi pandemi di Indonesia, perlahan-lahan aktivitas pariwisata di Indonesia mulai kembali normal. Pada bulan Maret 2022, permintaan kunjungan ke Indonesia hampir pulih sepenuhnya, yakni mencapai 94% dibandingkan saat awal pandemi.

Xendit, perusahaan payment gateway yang telah bermitra dengan berbagai perusahaan agen travel online, memaparkan 6 tren beserta peluang bisnis pariwisata pasca-pandemi yang bisa dimanfaatkan oleh traveler:

1. Peningkatan perjalanan bisnis

Perjalanan bisnis diprediksi akan mengalami kenaikan yang stabil tahun ini, tapi belum mencapai angka sebelum pandemi. Berdasarkan data SAP Concur, 68% wisatawan bisnis di seluruh dunia berencana untuk melakukan perjalanan bisnis di tahun 2022.

Banyak perusahaan sudah memberlakukan kebijakan work-from-office (WFO), meskipun ada pula yang sudah memberlakukan work-from-anywhere (WFA). Hal ini dapat dilihat dari pegawai yang mulai kembali ke kantor, klien dan vendor yang kembali melakukan meeting tatap muka langsung, dan regulasi pembatasan sosial yang telah dicabut.

Pengeluaran perusahaan untuk perjalanan bisnis diperkirakan akan menyamai 36% budget tahun 2019 (pra-pandemi) pada Q2 tahun 2022, dan akan terus meningkat hingga mencapai 55% pada akhir tahun. Berdasarkan data Deloitte, angka pengeluaran perjalanan bisnis ini akan kembali menyentuh titik normal sebelum pandemi dalam jangka waktu dua tahun ke depan.

Peluang: Bekerjasama dengan klien-klien korporasi untuk menawarkan diskon khusus dan paket penawaran untuk merebut hati pasar.

2. Akibat kebijakan bekerja dari jarak jauh, terdapat peningkatan tren workstation (bekerja dan berlibur)

Saat ini, wisatawan ingin berlibur dengan jangka waktu yang lebih lama. Salah satu buktinya adalah pemesanan akomodasi liburan di kalangan wisatawan Asia Tenggara yang meningkat lebih dari 1.000% dari tahun ke tahun.

Hal ini didukung dengan fakta bahwa 16% perusahaan di seluruh dunia telah memberlakukan kerja jarak jauh, banyak perusahaan yang mengimplementasikan work-from-anywhere dan meningkatnya jumlah digital nomad, yaitu karyawan yang memilih untuk bekerja dan berlibur dengan workstation.

Peluang: Adakan promosi khusus untuk masa inap jangka panjang (contohnya: rate untuk mingguan atau bulanan), memperbanyak pilihan akomodasi liburan, memastikan ketersediaan akomodasi yang ramah-karyawan, misalnya WiFi dan fasilitas yang mendukung untuk bekerja.

Selanjutnya: Pentingnya Sanitasi

Selanjutnya
Halaman
1 2 3


Simak Video "Satgas Covid-19: Kita Perlu Berhati-hati dalam Memaknai Akhir Pandemi"
[Gambas:Video 20detik]
BERITA TERKAIT
BACA JUGA