Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Minggu, 14 Agu 2022 17:40 WIB

TRAVEL NEWS

6 Tren Pariwisata Pasca Pandemi dan Peluang Bisnis yang Bisa Dicoba!

Terlihat suasana Pantai Melasti Ungasan di padati wisatawan lokal dan Internasional, Denpasar, Bali,
21 Februari 2022. Pemerintah telah membuka kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia melalui dua pintu masuk, yaitu Bali dan Kepulauan Riau, Dalam hal asuransi kesehatan, contohnya, berdasarkan kesepakatan kementerian dan lembaga terkait,
maka WNA (warga negara asing) diminta memiliki asuransi kesehatan, mempertimbangkan risiko yang ada.
Foto: Ilustrasi wisatawan (Ichalchem/d'Traveler)


3. Pentingnya sanitasi dan ketersediaan informasi keselamatan yang mudah

Selama pandemi, wisatawan menghabiskan lebih banyak waktu untuk mempersiapkan rencana berlibur yang lebih aman dari kejadian tidak terduga. Mereka khawatir terhadap penularan Covid atau perubahan rencana mendadak karena adanya regulasi pembatasan mobilitas di negara-negara tertentu.

Karena itu, Google pun mencatatkan kenaikan tajam (lebih dari 165%) untuk pencarian kata kunci terkait "asuransi perjalanan", terutama di Asia Tenggara. Wisatawan pun mencari cara untuk mengurangi kontak langsung selama liburan.

Misalnya, berdasarkan data dari Amadeus, 41% wisatawan memanfaatkan self-service check-in, 41% lebih suka melakukan pembayaran cashless, dan 40% memilih jasa pariwisata yang lebih fleksibel terhadap pembatalan atau perubahan jadwal.

Peluang: Penyedia jasa pariwisata bisa menawarkan asuransi, atau membantu wisatawan dalam memenuhi syarat perjalanan ke negara-negara tertentu. Mereka juga bisa menawarkan pembatalan yang mudah dan fleksibel, serta counter self check-in.

4. Makin banyak wisatawan yang menyukai liburan ramah lingkungan

Laporan Perjalanan Berkelanjutan 2021 dari Booking.com menemukan bahwa 83% dari 29.000 responden menganggap liburan ramah-lingkungan sangat penting untuk dilakukan. Selain itu, 61% wisatawan juga berencana melakukan perjalanan yang lebih ramah-lingkungan karena adanya pandemi.

Peluang: Menawarkan paket wisata ramah lingkungan

5. Makin banyak wisatawan yang melakukan perjalanan mewah sebagai sebagai bentuk "balas dendam"

Expedia menyebut tahun 2022 sebagai tahun GOAT (greatest of all trips) atau perjalanan terbaik. Dari 12.000 wisatawan di 12 negara yang disurvei, 65% diantaranya berencana menyiapkan budget ekstra untuk merencanakan wisata mereka berikutnya.

Peluang: Menawarkan paket wisata mewah, atau tiket pesawat dengan bonus rate spesial untuk hotel mewah

6. Wisata domestik dan lokasi pedesaan lebih disukai

Sebuah survei terbaru oleh AirBnB mengungkapkan bahwa lebih dari setengah (57,6%) wisatawan di seluruh Asia-Pasifik berencana merogoh kocek lebih besar untuk pariwisata domestik atau dalam negeri. Hal ini terjadi karena berbagai faktor seperti:

- Wisatawan cenderung lebih berhati-hati karena pandemi dan banyak ketidakpastian

- Pariwisata domestik lebih diincar karena wisatawan khawatir menghadapi kesulitan saat berlibur di luar negeri

- Populasi di lokasi pedesaan umumnya lebih sedikit, sehingga mengurangi kemungkinan tertular Covid-19

Peluang: Menawarkan tur dan paket wisata di daerah yang lebih terpencil dan yang belum terlalu ramai/populer

Menurut data Xendit, sejauh ini metode pembayaran yang paling banyak digunakan wisatawan adalah virtual accounts (>26%), QR Code (>25%), e-wallets (>20%) ,gerai ritel atau over the counter (>20%), dan kartu kredit sebanyak lebih dari 4%.

Selama periode Juni 2021-2022, terdapat 2x pertumbuhan merchant Xendit dalam kategori pariwisata dengan pertumbuhan TPV 300% YoY dan pertumbuhan TXN 500% YoY untuk merchant pariwisata.

Dengan pulihnya pariwisata dan perubahan permintaan wisatawan, ada banyak peluang baru yang bisa dimanfaatkan oleh para pemain di industri pariwisata, sehingga mereka dapat berkembang kembali pasca pandemi.

"Kami akan mengerahkan segala upaya guna mendukung transformasi digital yang mulus dan lancar bagi merchant dan konsumen kami, baik di Indonesia maupun Filipina. Kami juga sadar bahwa transparansi memiliki peran yang penting dalam pengembangan transaksi pembayaran digital yang mana telah terwujud di berbagai fitur-fitur kami yang tersedia di aplikasi.Xendit berharap semakin banyak perusahaan yang memanfaatkan peluang pertumbuhan ini agar sektor pariwisata bisa segera bangkit kembali," tutup Tessa Wijaya, Chief Operating Officer dan Co-Founder Xendit.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3


Simak Video "Satgas Covid-19: Kita Perlu Berhati-hati dalam Memaknai Akhir Pandemi"
[Gambas:Video 20detik]
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
Breaking News
×
Surpres Calon Panglima TNI
Surpres Calon Panglima TNI Selengkapnya