Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Rabu, 24 Agu 2022 08:12 WIB

TRAVEL NEWS

Pantai Pulisan Belum Jadi Selera Turis, Homestay-nya Meringis

bonauli
detikTravel
Homestay di Desa Pulisan, Likupang
Homestay di Desa Pulisan, Likupang (bonauli/detikcom)
Likupang -

Destinasi super prioritas Likupang digadang-gadang jadi penggenjot wisata Sulawesi Utara. Namun hingga saat ini, turis masih sangat jarang.

Pantai Pulisan jadi salah satu destinasi di Likupang. Berada di Desa Pulisan, banyak warganya yang sudah dibantu oleh pemerintah dengan pembangunan homestay.

Di desa ini, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah membangun 73 homestay di lahan warga. Dana bantuannya berkisar antara Rp 105-110 juta yang diturunkan lewat pengelola.

Namun karena masih belum jadi 'selera' turis, homestay-homestay di Pulisan masih menangis. Pada hari biasa, mereka kerap tak mendapat tamu. Sementara pada hari-hari besar atau libur, tamu domestik hanya berkunjung sehari.

"Wisatawan yang mau menginap di homestay masih kurang sekali. Kalau ada kegiatan pemerintahan barulah ramai dan terpakai," ujar Sarce Natari, pemilik homestay Echa Icha, di Pulisan pada detikTravel.

Homestay di Desa Pulisan, LikupangHomestay di Desa Pulisan, Likupang Foto: (bonauli/detikcom)

Sejak diresmikan jadi Kawasan Ekonomi Kreatif (KEK) dirinya tak pernah mendapatkan tamu bule. Bisa dibilang kunjungan turis bisa dihitung jari.

Sementara itu, wisatawan domestik yang menginap paling lama hanya dua hari. Untuk modal perawatan saja, ini tidaklah cukup.

"Pembangunan homestay ini saja harus nombok sampai Rp 30 juta. Karena dana yang diberi pemerintah tidak cukup," dia menjelaskan.

Pemilihan pembangunan homestay ini pun memiliki kriteria khusus dari PUPR. Mereka yang dibangunkan homestay haruslah berpenghasilan di bawah rata-rata.

Homestay di Desa Pulisan, LikupangSarce Natari, pemilik Homestay di Desa Pulisan, Likupang Foto: (bonauli/detikcom)

"Dibantu berdasarkan penghasilan. Kalau sudah bekerja dan sejahtera tidak boleh," kata dia.

Syarat lainnya adalah tanah yang milik sendiri. Warga yang hendak dibantu dengan pembangunan homestay tidak boleh tinggal di rumah kontrakan atau tanah tidak berizin.

"Saya sangat berharap Pulisan makin ramai tamu turis. Semoga bisa ramai dan balik modal. Karena kalau seperti ini tidak balik modal," ujar dia.



Simak Video "Sikap Sandiaga soal Penonton MotoGP Mandalika Digetok Harga Homestay"
[Gambas:Video 20detik]
(bnl/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA