Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Rabu, 24 Agu 2022 13:10 WIB

TRAVEL NEWS

Hati-hati Kalau ke Napoli, Kota Turis Ini Rawan Kriminal

Yasmin Nurfadila
detikTravel
Italy, the bay of Naples. Stunning view from the Posillipo hill.
Napoli, Italia. Foto: Getty Images/iStockphoto/EnkiPhoto
Napoli -

Kota Napoli, Italia merupakan salah satu kota turis yang terkenal akan kriminalitasnya. Bahkan orang-orang menyebut kota ini tidak memiliki keramahtamahan untuk turis.

Salah satu alun-alun utama yang ada di kota Napoli, Piazza Trieste e Trento merupakan kawasan yang selalu ramai dikunjungi turis. Namun hal ini tak menjadikannya sebagai kawasan yang aman. Sebaliknya, kawasan ini justru merupakan salah satu kawasan paling tidak aman.

Alun-alun merupakan pusat kriminal

Dilansir dari CNN, anggota dewan untuk wilayah Campania dari Partai Europa Verde Francesco Emilio mengungkapkan bahwa selama beberapa waktu belakangan, kawasan alun-alun telah berubah menjadi pusat aktivitas kriminal. Terutama pada malam hari. Berbagai jenis kriminalitas dilakukan di tempat ini.

"Tahun 2019 ada 'stesa' (teknik intimidasi mafia) dengan remaja yang menembakkan peluru ke langit. Lain waktu, pada tahun 2018, ada anak-anak nakal yang beredar di kerumunan, bersenjata, menembaki penjahat lain. Kami memiliki video orang-orang melarikan diri di tengah alun-alun," ujarnya.

Tak hanya itu, ia juga menyampaikan bahwa ada banyak perilaku kriminal lain di tempat itu. Mulai dari orang berenang dengan ilegal di air mancur hingga perampokan bersenjata.

Ia menjelaskan bahwa terdapat sekelompok pemuda nakal di atas skuter yang beroperasi pada malam hari. Mereka tak punya rasa takut hingga melakukan kejahatan tanpa menyamarkan identitasnya. Seperti kejadian perampokan yang menimpa dua turis Swiss di Monidee Café, di kawasan alun-alun tersebut.

Kedua turis itu tengah bersantai menikmati minuman mereka ketika mengalami kejadian perampokan. Mereka dirampok oleh seorang pemuda yang mengacungkan pistol ke kepala salah satu turis. Pemuda itu kemudian mengambil arloji yang digunakan oleh sang turis.

Meski begitu, kejadian perampokan ini memiliki akhir yang sedikit berbeda. 7 menit berselang, muncul seorang pemuda lain dengan maksud mengembalikan arloji tadi.

Usut punya usut, ternyata arloji tersebut palsu. Namun, menurut pemilik Monidee Café Antonio Visconti, komplotan perampok itu tidak mengembalikan jam hanya karena jam tersebut palsu. Tetapi merupakan sebuah upaya agar mereka tak dilaporkan ke polisi.

"Mereka tidak peduli. Mereka menggunakan pistol pada usia 13, 14 tahun, orang yang melakukan ini tahu cara menggunakannya, dia bahkan mengarahkannya ke kepala turis Swiss itu," ujar Borrelli.

Tak ada tanggapan dari dewan kota

Borrelli mengaku telah melaporkan berbagai kriminalitas yang terjadi di piazza, namun tak ada tanggapan. Padahal kawasan itu sangat dekat dari markas tentara dan merupakan kawasan yang paling ramai dikunjungi turis. Menurutnya, kawasan ini seharusnya menjadi kawasan paling aman.

"Saya telah melaporkan masalah di piazza itu selama beberapa waktu, tetapi tidak ada pengawasan. Itu hanya beberapa meter dari prefektur, dari kawasan historis, dan markas tentara, dan salah satu alun-alun yang paling sering dikunjungi turis. Area kota yang paling tidak aman, padahal seharusnya menjadi salah satu yang paling aman," kata Borrelli.

Aksi protes tak disambut baik

Borrelli mengetahui kejadian perampokan yang dialami dua turis Swiss karena Antonio Visconti mengiriminya rekaman CCTV kejadian. Ia melakukan hal tersebut dengan harapan dapat dibantu oleh Borrelli untuk mengentaskan perilaku kriminal yang kerap terjadi. Menurutnya, selain buruk bagi bisnis, hal ini merupakan publisitas buruk bagi Napoli.

"Selama bertahun-tahun kami telah mengatakan hal yang sama, kami membutuhkan pakta sosial, kami perlu mereset sektor kami. Kami tidak terbiasa dengan kekerasan semacam ini tetapi kami mengalami agresi setiap hari. Kami mengobarkan perang melawan hal ini, tapi kami sendiri," ujar Visconti.

Sebagai bentuk aksi nyata, Visconti dan Borrelli kemudian mengikuti gerakan flash mob di alun-alun. Sebagai bentuk protes terhadap aktivitas kriminal yang merajalela di kawasan itu.

Mereka akhirnya berhasil menemui dewan kota Napoli dan menuntut adanya patroli polisi di atas pukul 11 malam dan saat weekend. Namun mereka menyebut pihak kota tampak kurang bersedia.



Simak Video "Drama 6 Gol Saat Atalanta Cukur Napoli "
[Gambas:Video 20detik]
(ysn/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA