Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Minggu, 11 Sep 2022 11:58 WIB

TRAVEL NEWS

Ada Petisi untuk Canggu, Netizen: Kami Ingin Bali yang Dulu

bonauli
detikTravel
Sejumlah turis yang berkumpul di bar di Canggu, Kuta, Bali, dibubarkan karena abai terhadap protokol kesehatan (dok. Istimewa)
Ilustrasi klub di Canggu Bali (dok. Istimewa)
Jakarta -

Sebuah petisi berjudul 'Basmi Polusi Suara di Canggu' muncul. Di dalamnya, netizen curhat tentang imej Bali yang sudah tak seperti dulu lagi.

Petisi ini dibuat oleh P Dian di situs Change.org. Petisi ini berisikan tentang kualitas pariwisata Canggu yang mulai memburuk karena banyaknya pesta yang digelar untuk turis tiap hari.

Sudah ditandatangani oleh 6.728 orang, kolom komentar dari petisi ini juga tak kalah ramai. Netizen banyak yang mengeluh bahwa imej Bali sudah berubah.

Musik dan pesta malam di Canggu terus menggema di atas pukul 10. Kebisingan bahkan berlanjut hingga pagi.

"Saya menandatangani petisi ini karena sangat keberatan dg gangguan suara dan kemacetan canggu dg adanya new beach club," tulis seorang netizen.

"Kebanyakan wisatawan datang ke Bali untuk alam, budaya & ketenangan. Kalau ini hilang, daya tarik Bali akan kalah dengan destinasi lain, bahkan dari negara lain? Lihat Kuta yang dulu full dengan clubs & bars sekarang sudah mati ditinggal wisatawan. Nilai lagi berapa % market wisatawan yang cari dugem terus? Kalau tidak ada kontrol & pembatasan perkembangan clubs akan beresiko pada pariwisata Bali (berlaku untuk semua destinasi Indonesia). Jangan hanya karena pemodal besar atau orang berpengaruh bisa seenaknya bikin bisnis yang menggangu sekitarnya," tambah yang lain.

"Bali ga sama lagi terlalu banyak beach clubs, bar dan bule seenaknya apalagi daerah canggu," curhat seorang netizen dengan nama akun alinie.

"Saya ingin Bali kembali menjadi Bali yg seperti dulu. Tenang dan nyaman," tambah akun lain bernama Nari.

"Suara keras tengah malam di Bali terutama di daerah Canggu mohon dihentikan," tulis akun bernama Alex.

"Semoga segera ada aturan jelas mengenai suara musik maksimal sampe jam 11. Biar kami bisa tidur dengan nyaman," tulis akun bernama Ella.

Sampai saat ini, belum ada titik terang untuk keributan akibat beach club di Canggu atau Bali. Satpol PP yang sudah mondar-mandir dan menegur bagai harimau tak bertaring.

"Hal ini sudah ditegurkan secara keras oleh Satpol PP sebelum pandemi terjadi, tetapi sayangnya tidak diindahkan oleh banyak bar-bar terbuka ini hingga saat ini setelah pandemi malah semakin parah," tulis petisi.



Simak Video "Canggu Primadona Baru Pergaulan di Bali"
[Gambas:Video 20detik]
(bnl/bnl)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA