Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Senin, 12 Sep 2022 12:28 WIB

TRAVEL NEWS

Banyak Bule Pengganggu di Canggu, Ini 5 Poin Keluhan Warga

Femi Diah
detikTravel
Ilustrasi Wisatawan di Pantai Canggu Bali. Usai pemberlakuan PPKM di beberapa wilayah Indonesia, ternasuk Bali, kawasan wisata di pulau dewata Bali Mati total. Kini sedikit dan perlahan mulai hidup kembali.
Ilustrasi wisatawan di Canggu, Bali (Foto: Rac Haryanto)
Jakarta -

Warga Canggu mengajukan petisi dengan judul 'Basmi Polusi Suara di Canggu' di Change.org. Apa saja tuntutan warga?

Hingga Senin (12/9/2022) pukul 11.00 WIB, petisi Canggu yang kini berisik itu ditandatangani 6.859 orang. Pembuat petisi tersebut adalah P Dian.

Apa saja yang bikin P Dian sampai membuat petisi itu?

Berikut aksi bule dan bar serta kelab malam yang bikin warga Canggu terganggu:

1. Polusi Suara dari Bar dan Kelab Malam

Gangguan suara berisik dan bising dari bar dan kelab malam di Canggu, Bali. Gangguan suara itu tidak main-main, terkadang sampai pukul 04.00.

Dalam petisi itu, dia menyebut mewakili penduduk Bali dan pekerja dan tinggal di Canggu. P Dian menyebut bahwa penduduk sekitar tidak bisa beristirahat atau tidur malam, karena suara musik dari bar atau kelab yang menggelegar. Bahkan, membuat kaca jendela dan pintu bergetar.

Dia juga mempertanyakan bagaimana bar dan kelab malam itu tidak mengindahkan aturan kendati telah ditegur keras oleh Satpol PP.

2. Canggu Bukan untuk Turis Murahan

Dalam petisi itu, P Dian juga menyampaikan surat terbuka kepada pejabat-pejabat seperti, Presiden Joko Widodo, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, Gubernur Bali, I Wayan Koster, dan Bupati Kabupaten Badung I Nyoman Giri Prasta, Kepala Satpol PP Provinsi Bali Dewa Nyoman Rai Dharmadi, bahkan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri.

"Tentunya bukan strategi pemerintah untuk mentargetkan Bali yang begitu tinggi nilai kesuciannya untuk wisatawan murahan yang datang hanya untuk berhura-hura, karena di negara asal mereka jelas-jelas mereka tidak diperbolehkan untuk membuat kegaduhan seperti yang mereka lakukan di Pulau Bali ini," tulis P Dian.

Pendapatan pemerintah dari wisata murahan ini sambil nama Bali dirusak habis-habisan di dunia internasional, tentunya tidak sebanding dengan hilangnya pendapatan dari villa-villa hotel-hotel setempat karena ribuan yang sudah angkat kaki tidak lagi mau tinggal di area Canggu dan bahkan tidak mau lagi datang ke Bali," dia menambahkan.

3. Lokasi Bar dan Kelab Malam Mepet Pura

Selain itu, dia juga heran dengan lokasi club yang dibangun di Canggu terlalu dekat dengan pura, bahkan pura yang sakral dan suci seperti Pura Kahyangan.

4. Turis Mabuk Bikin Ulah

Turis-turis yang mabuk sepulang dari pesta, kata dia, juga kerap membuat masalah dari mulai perkelahian, kebut-kebutan, sampai menimbulkan kecelakaan yang memakan korban.

5. Limbah Bar Bikin Laut Kotor

Dia juga berpendapat bahwa beberapa bar-bar yang berdiri di daerah pantai ini juga menimbulkan masalah lingkungan, karena terlalu dekat dengan laut. Dia menambahkan, sisa sampah pesta di beach club berserakan di laut hingga mengotori laut.

"Dengan ini, kami mohon dengan sangat kepada pemerintah untuk segera ditetapkannya peraturan ketat dengan sanksi resmi dan berat, dengan dipantau secara ketat oleh Satpol PP," tulis P Dian.

"Kami tidak lagi bisa berdiam diri, karena pulau Bali kita yang indah masih bisa kita selamatkan bersama. Kebudayaan kami yang begitu sakral dilenyapkan oleh pelaku-pelaku hura-hura demi bisnis uang mereka pribadi semata-mata dengan mengorbankan kepentingan ribuan orang lain dan 'basic human rights' kebanyakan orang untuk beristirahat," bunyi pertanyaan di petisi itu.



Simak Video "Tari Kecak Uluwatu Bali yang Sarat dengan Filosofi Mistis"
[Gambas:Video 20detik]
(fem/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA