Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Jumat, 16 Sep 2022 07:12 WIB

TRAVEL NEWS

'Apa yang Terjadi di Canggu, Dialami Juga Oleh Amsterdam'

Sandiaga Uno rapat kerja di DPR, Kamis (8/9/2022)
Foto: Menparekraf Sandiaga Uno (dok. Kemenparekraf)
Jakarta -

Menparekraf Sandiaga Uno menyebut fenomena overtourism yang saat terjadi di Canggu, dialami juga oleh Amsterdam di Belanda.

Perlu adanya kesepakatan bersama yang dipatuhi oleh semua belah pihak, antara masyarakat setempat dengan pemilik usaha wisata dan juga wisatawan.

"Saya juga belajar tadi dari Amsterdam, karena Amsterdam mengalami hal yang sama. Walikota Amsterdam sempat melontarkan, bahwa pariwisata yang diyakini lebih tepat adalah pariwisata yang menghargai kearifan lokal dan budaya," kata Menparekraf Sandiaga Uno di acara Penandatanganan MoU Kerja Sama Bidang Ekonomi Kreatif antara Indonesia dengan Belanda, Kamis (15/9/2022).

Sandiaga pun meminta kepada semua pihak untuk sepakat dan bersama-sama menjaga kesepakatan itu, bahwa kenyamanan warga dan masyarakat setempat adalah hal yang utama, begitu juga dengan kearifan lokal dan budaya.

"Kebetulan kami juga sangat apresiasi, kesepakatan yang perlu kita jaga bersama-sama. Kesepakatan ini untuk dipatuhi agar kenyamanan wisatawan dan masyarakat setempat, kearifan budaya lokal tetap dijaga," imbuhnya.

Dari catatan detikTravel, Amsterdam memang menghadapi masalah membeludaknya jumlah wisatawan yang mengakibatkan terganggunya kehidupan warga lokal yang merasa mereka terlalu bising.

"Kami tak ingin kembali ke masa sebelum pandemi, dimana kerumunan terjadi di Red Light District yang mengganggu masyarakat. Pengunjung yang menghormati Amsterdam dan orang-orang Amsterdam akan selalu diterima," ujar salah seorang perwakilan warga setempat.

Sandiaga Uno sendiri menilai tidak ada salahnya Canggu mengalami modernisasi. Namun perlu diingat, kearifan lokal tetap wajib untuk dijaga.

"Ya boleh ada modernisasi, tapi akar-akar kearifan lokal budaya kita, tetap kita jaga dan tentunya peraturan perundang-undangan yang harus dipatuhi oleh semua pihak sehingga harapan bapak presiden untuk lebih menarik kunjungan wisatawan yang berkualitas yang memberikan nilai tambah ekonomi, membuka peluang usaha berinvestasi dan membuka lapangan kerja itu bisa kita wujudkan," kata dia.



Simak Video "Ekraf Indonesia Diproyeksikan Bisa Salip Korsel 5 Tahun Mendatang"
[Gambas:Video 20detik]
(wsw/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA