TRAVEL NEWS
Kisah Bayi yang Nangis Histeris karena Suara Berisik di Canggu

FOKUS BERITA
Canggu Berisik Warlok TergangguPemerintah kini bergerak menangani kasus beach club di Canggu. Penanganan dinilai lambat, karena sebelumnya sudah banyak 'korban' termasuk bayi.
Petisi yang berjudul Basmi Polusi Suara di Canggu sudah ditandatangani oleh 8.374 orang. Petisi ini menyuarakan keresahan hati para warga lokal yang sudah terganggu dengan suara musik dari beach club hingga dini hari.
Seorang netizen bercerita di kolom komentar dari petisi tersebut. Dengan nama akun Odyssea Luna, dirinya menceritakan kisah yang dialami temannya.
"Teman saya membeli rumah di Berawa, mereka menyiapkan diri untuk menyambut kelahiran bayi mereka," tulisnya.
Lanjut, Luna mengatakan bahwa setelah mereka tinggal di sana, Atlas Beach Club buka dan bikin suasana rumah seperti neraka. Saking ributnya, seisi rumah harus pake penyumbat telinga sepanjang hari.
"Tidak ada orang waras yang pakai penyumbat telinga ketika ada bayi baru lahir. Jika bayi itu menangis, maka tak ada yang mendengarnya!" lanjutnya.
Katanya setiap kali ada petasan, sang bayi akan menangis histeris. Sehingga membuat orang tuanya trauma.
"Mereka sudah menghabiskan banyak uang untuk rumah itu, jadi mereka tidak bisa pindah ke tempat lain," jelasnya.
Setelah muncul petisi ini, pemda setempat menyatakan bahwa suara yang keluar dari beach club bisa sampai 80 desibel. Kini aturan diperketat, suara musik hanya bisa 70 desibel dan kegiatan berakhir pukul 01.00 dini hari.
"Saya tidak melawan adanya beach club, tapi rasanya akan lebih baik jika mereka berbisnis di luar dari wilayah ini dan membangun tempat yang bisa meredam suara bising di basement atau tempat yang tidak mengganggu warga lokal," tulisnya.
Simak Video "Canggu Primadona Baru Pergaulan di Bali"
[Gambas:Video 20detik]
(bnl/bnl)