Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Sabtu, 17 Sep 2022 10:11 WIB

TRAVEL NEWS

Canggu Diprotes Berisik, Apa Perlu Zonasi Lokasi Wisata?

Syanti Mustika
detikTravel
Ilustrasi Wisatawan di Pantai Canggu Bali. Usai pemberlakuan PPKM di beberapa wilayah Indonesia, ternasuk Bali, kawasan wisata di pulau dewata Bali Mati total. Kini sedikit dan perlahan mulai hidup kembali.
Foto: Rac Haryanto
Jakarta -

Timbulnya petisi terhadap polusi suara di Canggu menimbulkan pertanyaan baru. Apakah perlu zonasi tempat wisata untuk party dan healing?

Masih ramai dibicarakan mengenai petisi yang membahas polusi suara di Canggu yang berdentang keras hingga subuh dan kelakuan turis yang meresahkan warga Canggu. Mungkin terbesit dalam benak traveler, bagaimana kalau wilayah wisata dikotak-kotakan saja supaya tidak ada yang merasa terganggu, bukan?

Namun, ternyata sudah ada rancangan data ruang terkait pengelompokan wilayah di Bali, termasuk Canggu. Rencana itu disampaikan oleh pengamat sekaligus pelaku wisata Bali, I Wayan Puspa Negara.

"Canggu telah memiliki rencana data ruang dan disana sudah jelas mana area pemukiman, mana zona akomodasi wisata, zona industri dan mana zona pertanian. Sudah jelas itu," ujar Puspa saat dihubungi detikcom, Jumat (16/9/2022)

Puspa pun mengungkapkan yang terjadi di Canggu saat ini adalah akibat perkembangan wisata yang begitu cepat, hingga berbenturan dengan kultur masyarakat.

"Nah, yang sekarang terjadi adalah pariwisata itu tumbuh sesuai permintaan global, sedangkan aturan lokal kita belum mampu menjawab permintaan itu. Sehingga muncullah beragam sarana dan prasarana yg mengikuti permintaan itu. Hingga timbul benturan antara iklim wisata dengan iklim sosial masyarakat," tuturnya.

Menurut Puspa, perlu berhati-hati dalam mengkaji petisi tempat wisata. Perlu dikaji betul apakah ini murni kebutuhan orang banyak atau kebutuhan segelintir orang.

"Dan juga kita harus cermat melihat petisi ini apakah ada kepentingan pribadi atau memang kebutuhan masyarakat secara luas. Karena saya sebagai pelaku dan pengamat pariwisata kita harus cermat melihat petisi ini. Tapi, dalam perspektif saya setiap ada pertumbuhan dan perkembangan pariwisata dimanapun pasti akan ada ekses seperti ini," dia menambahkan.

Puspa pun memberikan solusi terhadap masalah di Canggu. Pentingnya komunikasi antara pelaku wisata dengan warga sekitar supaya hal seperti petisi atau keluhan ini bisa diminimalisir.

"Nah, yang perlu dilakukan terhadap masalah Canggu ini menurut saya adalah bagaimana menciptakan kesadaran antara pelaku wisata yang harmonisasi dengan lingkungan. Jika ada harmonisasi antara pelaku wisata dengan lingkungannya hal seperti ini bisa diminimalisir," kata dia.



Simak Video "Canggu Primadona Baru Pergaulan di Bali"
[Gambas:Video 20detik]
(sym/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA