Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Minggu, 18 Sep 2022 17:56 WIB

TRAVEL NEWS

Di Hong Kong, Berkabung Ratu Elizabeth Bertujuan untuk Menentang China

Penghormatan warga Hong Kong ke Ratu Elizabeth
Penghormatan warga Hong Kong ke Ratu Elizabeth (Foto: CNN)
Jakarta -

Ribuan orang di Hong Kong memberikan penghormatan kepada Ratu Elizabeth II. Aksi ini memiliki tujuan lain, yakni menentang pemerintah China.

Melansir CNN, Minggu (18/9/2022), aksi itu jadi salah satu pertemuan publik terbesar sejak China menekan unjuk rasa perbedaan pendapat politik di bekas jajahan Inggris itu lebih dari dua tahun lalu.

Kerumunan lebih dari 2.500 orang dari berbagai usia berbaris berjam-jam di luar konsulat Inggris pada hari Senin. Mereka menahan suhu terik 33 derajat Celcius untuk meninggalkan bunga, foto berbingkai, dan pesan terima kasih.

Ratu Elizabeth II dikenal sebagai "boss lady" atau "lady in charge" dalam bahasa Kanton selama tahun-tahun kolonialisme.

Penghormatan warga Hong Kong ke Ratu ElizabethPenghormatan warga Hong Kong ke Ratu Elizabeth (Foto: CNN)

Bagi sebagian dari mereka, ini bukan hanya soal berkabung atas seorang raja yang telah memerintah Hong Kong selama 45 tahun, tetapi bentuk protes halus tentang bagaimana China telah mempererat cengkeramannya di kota yang dulunya bebas dan riuh.

Para kritikus melihat kebebasan sipilnya terus terkikis sejak Inggris menyerahkan kedaulatan ke Beijing 25 tahun lalu.

Pertemuan publik jarang terjadi sejak China memberlakukan undang-undang keamanan nasional pada Juni 2020 dalam upaya untuk memadamkan protes pro-demokrasi yang semakin kuat yang telah mengguncang kota itu sejak 2019.

Tindakan keras itu, bersama dengan pembatasan virus Corona yang diklaim oleh para kritikus terkadang dilakukan bersama-sama. Tujuan politiknya secara efektif membungkam sebagian besar bentuk pertemuan massa atau perbedaan pendapat di ruang publik.

Tetapi dalam perayaan monarki dan simbol-simbolnya, beberapa warga Hong Kong melihat peluang untuk menggali hal-hal terselubung. Karena Partai Komunis China tidak merahasiakan keinginannya bagi warga Hong Kong untuk melupakan era tersebut.

Dan, otoritas lokal yang baru-baru ini memperkenalkan buku-buku sekolah yang mengklaim bahwa kota itu bahkan tidak pernah menjadi koloni. Buku-buku itu malah merujuk pada periode pemerintahan Inggris sebagai pendudukan paksa.



Simak Video "Meski Bebas Karantina, Pelaku Perjalanan Hong Kong Wajib Tes Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(msl/msl)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA