Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Senin, 19 Sep 2022 05:41 WIB

TRAVEL NEWS

Canggu Tak Lagi Seperti yang Dulu

Twiwidiyanti
detikTravel
Pantai Parerenan, Canggu, Bali, dikenal sebagai surga untuk para surfer. Di pantai itu ada banyak gerai dan warung surfing yang menawarkan paket belajar surfing.
Ilustrasi wisata Canggu (Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta -

Wisata Canggu di Bali berubah sangat cepat. Katanya, dulu Canggu amat tenang tanpa bar dan kelab malam.

Pemerhati wisata, I Putu Anom, menceritakan fenomena bagaimana munculnya bar, diskotek, dan kelab malam di kawasan pariwisata Bali, termasuk di Canggu. Awalnya, turis asing di sana hanya sekadar menikmati pantai. Dulu, belum ada bar dan sejenisnya.

Bahkan, Kecamatan Kuta Utara, termasuk Desa Canggu sekitar tahun 1980-an belum banyak dikunjungi wisatawan.

"Tentunya dahulu fasilitas pariwisata seperti akomodasi dari berbagai jenis jumlahnya masih terbatas," katanya kepada detikBali dan dikutip Senin (19/9/2022).

Waktu itu, juga belum banyak vila di Canggu. Begitu pula dengan rumah makan dan restoran.

"Toko cenderamata pun masih terbatas karena waktu itu baru ada beberapa wisatawan yang melakukan aktivitas di pantai untuk berjemur dan di laut untuk berenang dan surfing," kata dia.

Seiring meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman), sehingga saat itu diperlukan perluasan tempat rekreasi di pantai dan laut.

"Maka mulailah wisatawan melirik tempat-tempat wisata pantai," dia menambahkan.

Sejak itu, wisata pantai ke arah selatan seperti di kawasan Pantai Bukit Pecatu, Kuta Selatan maupun ke arah utara yakni Desa Canggu, Kuta Utara sampai ke barat mulai diminati.

"Dengan demikian mulailah berkembang pesat pembangunan fasilitas pariwisata terutama akomodasi hotel dari berbagai jenis, rumah makan, bar, dan restoran yang semakin menjamur," kata dia.

Selain itu, fasilitas pariwisata seperti penyewaan papan surfing serta peralatan wisata yang lain untuk dimanfaatkan wisatawan beraktivitas di pantai maupun laut mulai muncul.

Kemudian, berkembang toko cenderamata, penyewaan alat transportasi laut seperti perahu atau jukung tradisional dan transportasi darat seperti taksi, rent car, penyewaan motor, sepeda serta fasilitas pariwisata yang lain.

Perkembangan pesat fasilitas pendukung pariwisata juga berbanding lurus dengan pertumbuhan jumlah penduduk pendatang ke wilayah tersebut.

"Tentunya hal ini juga dibarengi dengan berkembang pesatnya permukiman baru termasuk berkembang pesatnya penyewaan rumah kos dan berakibat arus transportasi di jalur wilayah tersebut semakin padat bahkan sering terjadi kemacetan lalu lintas ke arah barat menuju daya tarik wisata Tanah Lot," kata dia

Hal inilah yang menjadi peta pergeseran lokasi pariwisata. Para pengusaha pun mulai melirik tempat yang nyaman dan baru, termasuk di Canggu.

"Diskotek dan bar yang buka sampai malam itu kan tergantung lokasinya," ujar dia.

Kini, suasana Canggu amat berbeda. Canggu yang sekarang bukan hanya mengandalkan pantai, tetapi memiliki banyak bar, beach klub, dan kelab malam. Suara bising hingga dini hari muncul dari tempat-tempat hiburan malam itu.

Warga Canggu yang tidak terbiasa dengan kebisingan itu mulai terganggu. Dalam prosesnya muncul petisi dengan judul 'Basmi Polusi Suara di Canggu' di Change.org.



Simak Video "Tari Kecak Uluwatu Bali yang Sarat dengan Filosofi Mistis"
[Gambas:Video 20detik]
(fem/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA