Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Senin, 03 Okt 2022 17:40 WIB

TRAVEL NEWS

Pulau Rinca Sudah Dibuka, Apa Saja Peraturannya?

bonauli
detikTravel
Presiden Joko Widodo meresmikan Penataan Kawasan Pulau Rinca dari sekian banyak spot pariwisata di Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Foto: Dok. Kementerian PUPR
Jakarta -

Taman Nasional Komodo resmi menyatakan pembukaan Pulau Rinca untuk wisatawan pada tanggal 1 Oktober 2022. Yang mau ke sana harus menaati peraturan ini.

Pulau Rinca jadi salah satu tempat wisata untuk melihat komodo di Labuan Bajo. Balai Taman Nasional Komodo resmi menutup sementara Resort Loh Buaya di Pulau Rinca sejak 26 Oktober 2020.

Sudah dua tahun berlalu, pembangunan Jurassic Park di Pulau Rinca berlangsung penuh kontroversi. Mulai dari desakan warga yang tidak setuju, UNESCO sampai foto komodo vs truk pembangunan yang sempat viral.

Tepat pada tanggal 1 Oktober 2022, Resor Loh Buaya di Pulau Rinca akan kembali dibuka. Pihak Balai Taman Nasional mengimbau agar wisatawan yang masuk ke seluruh area taman nasional mengikuti peraturan yang berlaku.

Dikutip dari situs resminya, setiap pemangku kepentingan (instansi pemerintahan, agen perjalanan wisata, biro perjalanan wisata, operator selam, penyedia jasa akomodasi, penyedia jasa kuliner, badan usaha yang memiliki izin usaha di dalam dan luar kawasan Taman Nasional Komodo, penjual souvenir, pemandu wisata, interpreter wisata, wisatawan, dan pelaku wisata lainnya) yang memasuki kawasan Taman Nasional Komodo dilarang:

a. Mengabaikan petunjuk, informasi, arahan, dan larangan petugas Balai Taman Nasional Komodo dan/atau Naturalist Guide yang bertugas di sepanjang jalur trekking dalam kawasan Taman Nasional Komodo;
b. Melakukan trekking di luar waktu kunjungan (timed entry) yang diberlakukan dalam kawasan Taman Nasional Komodo;
c. Menyentuh dan atau berada terlalu dekat dengan satwa baik yang ada di wilayah daratan maupun perairan pada obyek wisata alam dalam kawasan Taman Nasional Komodo;
d. Melakukan aktivitas penyelaman tanpa sertifikasi selam pada lokasi selam di dalam kawasan Taman Nasional Komodo;
e. Memberi makan satwa yang mendiami kawasan Taman Nasional Komodo;
f. Meninggalkan sampah dalam bentuk apapun di dalam kawasan Taman Nasional Komodo;
g. Mengoperasikan PUKTA di dalam kawasan Taman Nasional Komodo tanpa izin Institusi yang berwenang;
h. Memasuki kawasan Taman Nasional Komodo tanpa membeli karcis PNBP/tiket masuk dan aktivitas lainnya sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2014 tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Berlaku di Kementerian Kehutanan;
i. Menurunkan atau melepaskan jangkar pada kedalaman perairan kurang dari 30-meter (kecuali pada wilayah 100% berpasir) dan atau pada area habitat dan jalur lintasan pari manta dalam wilayah perairan kawasan Taman Nasional Komodo;
j. Mengoperasikan speed boat dan atau transportasi air lainnya dengan kecepatan tinggi yang dapat membahayakan keselamatan satwa dan wisatawan pada area lokasi selam/selam permukaan dalam kawasan Taman Nasional Komodo;
k. Melakukan trekking di luar jalur dan atau zona yang telah ditentukan pada obyek wisata alam daratan dalam kawasan Taman Nasional Komodo;
l. Mengambil pasir, karang, dan benda fisik lainnya dari dalam kawasan Taman Nasional Komodo tanpa izin tertulis dari Kepala Balai Taman Nasional Komodo;
m. Mengambil tumbuhan dan satwa atau bagian-bagiannya baik dalam keadaan hidup dan ataupun mati dari dalam kawasan Taman Nasional Komodo tanpa izin tertulis dari Kepala Balai Taman Nasional Komodo;
n. Membuat kegaduhan suara dan atau memutar instrumen musik/karaoke dengan volume tinggi di obyek wisata alam dalam kawasan Taman Nasional Komodo dan juga pada area habitat satwa kalong besar dan satwa kakatua
kecil jambul kuning;
o. Melakukan aktivitas olahraga air menggunakan sarana prasarana kegiatan tersebut (jet ski, seadoo, banana boat, flyboard, dan peralatan sejenisnya) di dalam wilayah perairan Taman Nasional Komodo;
p. Membuat perapian, membuang puntung rokok sembarangan, membawa peralatan, dan kegiatan lainnya yang dapat menyebabkan kebakaran hutan selama beraktivitas di wilayah daratan kawasan Taman Nasional Komodo;
q. Melakukan kegiatan vandalisme, mengambil, memindahkan, dan merusak sarana dan prasarana wisata alam yang tersedia selama beraktivitas di dalam kawasan Taman Nasional Komodo;
r. Membawa binatang dan/atau tumbuhan eksotik ke dalam kawasan Taman Nasional Komodo tanpa izin tertulis dari Kepala Balai Taman Nasional Komodo;
s. Membawa senjata api, senapan angin, alat perburuan berbahaya lainnya ke dalam kawasan Taman Nasional Komodo;
t. Membawa dan menggunakan petasan dan/atau kembang api di dalam kawasan Taman Nasional Komodo;
u. Mengadakan acara makan malam (dinner set-up) dan atau barbecue serta aktivitas masak memasak lainnya di pesisir pantai dan wilayah daratan dalam kawasan Taman Nasional Komodo;
v. Mengganggu ketertiban umum.

Setiap pemangku kepentingan (instansi pemerintahan, agen perjalanan wisata, biro perjalanan wisata, operator selam, penyedia jasa akomodasi, penyedia jasa kuliner, badan usaha yang memiliki izin usaha di dalam dan luar kawasan Taman Nasional Komodo, pemandu wisata, interpreter wisata, dan pelaku wisata lainnya) wajib mematuhi, menyampaikan, dan mengawasi penerapan aturan tersebut di atas kepada wisatawannya.



Simak Video "Jokowi Buka Suara soal Tarif Masuk TN Komodo Rp 3,75 Juta"
[Gambas:Video 20detik]
(bnl/bnl)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA