Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Selasa, 04 Okt 2022 05:02 WIB

TRAVEL NEWS

Kontroversi Joged Bumbung: Tarian Pergaulan yang Kebablasan Jadi Erotis

Tim detikcom
detikTravel
Sekaa Joged Bumbung Lumbung Sari, Banjar Minggir, Kelurahan Padang Sambian, Denpasar Barat
Joged Bumbung. Foto: Istimewa
Jakarta -

Joged Bumbung, salah satu tarian populer di Bali, tercoreng citranya karena identik dengan erotisme. Kini pemerintah berupaya untuk bersihkan citra tarian itu.

Joged Bumbung merupakan sebuah tarian pergaulan asal Bali. Tarian ini melibatkan penari perempuan serta pengibing laki-laki yang berasal dari penonton.

Tarian ini merupakan salah satu tarian yang populer dan selalu ramai ditonton masyarakat. Sebab setiap penari yang tampil akan memilih satu penonton secara acak untuk menjadi pengibing atau pasangan tarinya.

Tak jarang tingkah pengibing yang kaku mengundang gelak tawa para penonton. Sayangnya, tak semua penonton berlaku sopan saat menjadi pengibing. Ada saja penonton yang tak segan menyentuh anggota tubuh sang penari.

Bukan hanya itu, tarian Joged Bumbung ini pun kadang diwarnai oleh gerakan-gerakan erotis baik dari penari maupun pengibingnya. Bahkan beberapa kelompok tari kebablasan dan menampilkan gerakan tak senonoh.

joget bumbung viralJoged Bumbung viral karena diwarnai adegan tak senonoh. Foto: facebook

Akhirnya Joged Bumbung yang awalnya merupakan tari pergaulan yang bermartabat pelan-pelan berubah. Banyak yang mengenal tarian ini sebagai tari jaruh atau porno.

Untuk menghapus citra tari erotis itu, pemerintah setempat telah berupaya untuk melakukan pembinaan terhadap para kelompok tari yang ada di seluruh penjuru Bali. Tak hanya itu, pemerintah bekerja sama dengan para pemerhati seni juga terus melakukan upaya perbaikan.

Salah satunya yaitu dalam gelaran Pesta Kesenian Bali (PKB) XLIV yang diadakan pada bulan Juni lalu. Berdasarkan rilis yang dikeluarkan Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, PKB merupakan ajang untuk melestarikan dan mengembangkan kesenian Bali, terutama seni pertunjukan Bali.

Dosen Institut Seni Indonesia Denpasar Tjokorda Istri Putra Padmini atau Cok Padmini yang menjadi salah satu pembicara dalam gelaran tersebut mengungkapkan bahwa salah satu daya tarik Joged Bumbung adalah gerakannya yang memang sensual dan genit.

"Satu hal yang menjadi daya pikat Tari Joged Bumbung ini adalah gerak-gerakannya yang genit dan sensual dengan goyangan pinggulnya yang merangsang. Oleh sebab itu sejak lama Tari Joged Bumbung dikategorikan sebagai tarian erotis atau igel-igelan buang," kata Cok Padmini, seperti dikutip laman resmi Dinas Kebudayaan Provinsi Bali.

Meski begitu, ia juga menuturkan bahwa gelaran PKB ini menjadi ajang yang tepat untuk mengembalikan nilai dan norma kemuliaan dari Joged Bumbung. Ia juga menambahkan bahwa sebenarnya mereka yang menjadi pengibing haruslah penonton yang bisa menari Bali. Sebab dalam tarian ini, interaksi antara penari dan pengibing hanya boleh dilakukan dengan adu gerak tari, bukan melalui kontak fisik.

Dalam kesempatan tersebut Pemerintah Daerah (Pemda) Bali juga menegaskan agar semua pihak dapat berperan aktif menjaga dan menghormati keberadaan tari Joged Bumbung. Apalagi tarian ini sudah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Dunia Tak Benda oleh UNESCO pada tahun 2015 lalu.



Simak Video "Kain Endek yang Erat Dengan Budaya Bali"
[Gambas:Video 20detik]
(ysn/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA