Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Jumat, 14 Okt 2022 11:42 WIB

TRAVEL NEWS

'Malioboro' Tasikmalaya Terus Dipercantik, Dihiasi Lampu & Payung Geulis

Faizal Amiruddin
detikTravel
Pejalan kaki melintas di Pedestrian HZ Mustofa, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Kamis (13/10/2022). Penataan pedestrian di Jalan HZ Mustofa dan Jalan Cihideung yang menelan anggaran sebesar Rp4,4 miliar dan Rp5 miliar itu menerapkan konsep seperti di Malioboro, Yogyakarta, dengan menyediakan ornamen kelom geulis raksasa dan payung emas kuncup. ANTARA FOTO/Adeng Bustomi/foc.
Penataan trotoar di Jalan HZ Mustofa dan Cihideung, Tasikmalaya. Foto: ANTARA FOTO/ADENG BUSTOMI
Tasikmalaya -

Jalan HZ Mustofa dan Jalan Cihideung Tasikmalaya sudah bertransformasi. Tapi, pengembangannya tak sampai di situ saja, jalan ini masih akan terus dipercantik.

Jalan HZ Mustofa dan Jalan Cihideung kini dikenal dengan sebutan Malioboro-nya Tasikmalaya. Sebab jalanan itu kini sudah tertata dan tampil cantik.

Meski begitu, menurut Kepala Bidang Jalan Jembatan Dinas PUTR Kota Tasikmalaya Wenda Krisnawan pihaknya tengah melakukan persiapan untuk menambah aksesoris di kawasan tersebut.

Nantinya hiasan yang akan ditambahkan yaitu payung geulis serta lampu penerangan yang akan dipasang menggantung dan melintang di kedua jalan tersebut. Penambahan dekorasi ini dilakukan atas masukan dari Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

"Kami sedang persiapan melaksanakan masukan dari Pak Gubernur untuk penambahan aksesoris di Cihideung dan HZ Mustofa," kata Wenda, Jumat (14/10/2022).

Payung geulis dipilih karena merupakan produk khas Tasikmalaya. Nantinya payung-payung cantik ini akan dikaitkan pada tali serta dipasangi lampu dan diletakan melintang di atas kawasan itu.

"Sekarang kan kalau malam masih agak gelap, dengan adanya penambahan lampu bisa membuatnya lebih benderang di malam hari," kata Wenda.

Sebenarnya payung geulis khas Tasikmalaya ini merupakan payung yang terbuat dari kertas. Namun, khusus untuk dekorasi di Jalan HZ Mustofa dan Cihideung, payung akan dirancang dari bahan yang dapat tahan dalam segala cuaca.

"Sedang dirancang bersama para perajin payung di Panyingkiran Kecamatan Indihiang. Kalau payung geulis asli kan terbuat dari kertas, jadi sedang dirancang bahan yang cocok untuk di luar ruangan," kata Wenda.

Selain menyarankan agar menambah aksesoris, Gubernur Jabar yang akrab disapa Kang Emil juga memberi masukan agar akses masuk di kedua jalan diberi gapura. Mengenai masukan ini, Wenda menyebut pihaknya masih mempersiapkan hal itu.

"Kalau gapura belum, masih dirancang," kata Wenda.

Terkait progres pembangunan di kedua jalan, Wenda menyebutkan bahwa Jalan HZ Mustofa telah rampung 100 persen. Sementara untuk Jalan Cihideung masih tersisa sedikit pekerjaan yang harus diselesaikan.

"Kalau HZ Mustofa beres, sementara Cihideung baru 98 persen tinggal aksesorisnya saja, lampu-lampu dan tempat duduk berupa kelom geulis," kata Wenda.

Artikel ini telah tayang di detikJabar.



Simak Video "Ridwan Kamil Klaim Program Petani Milenial Lebih Banyak Berhasil daripada Gagal"
[Gambas:Video 20detik]
(ysn/ysn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA