Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Selasa, 08 Nov 2022 19:16 WIB

TRAVEL NEWS

Perjuangan Pembarong Angkat Dadak Merak sampai Gigi Patah

Tim detikcom
detikTravel
Jakarta -

Tugas pembarong mengangkat dadak merak dalam pertunjukan Reog Ponorogo jelas tidak mudah. Mengangkat beban pakai gigi, tak jarang mereka mengalami patah gigi.

Dadak merak dengan tinggi lebih dari 2 meter, beratnya dapat mencapai 40 kilogram. Bahkan jika ukurannya jumbo, bisa sampai 100 kilogram.

Untuk mengangkat dadak merak ini, pembarong wajib menggunakan gigi. Kekuatan rahang dan gigi mereka dilatih dengan mengerek barbel. Hal itu disampaikan pengrajin sekaligus pemain Reog Ponorogo, Heru.

"Latihannya teknik gigit dan kekuatan leher. Itu ada kerekan buat latihan barong. Itu semacam barbel digantung terus digigit, lalu ditarik. Biasanya dari anak TK itu sudah ada," ujarnya.

Latihan menjadi kunci keberhasilan pembarong mengangkat dadak merak. Rata-rata pembarong belajar sampai 1 tahun untuk menguasai teknik tersebut. Dalam perjalanannya, tak jarang yang mengalami sakit leher sampai patah gigi.

Sebelumnya detikcom pernah mewawancarai pembarong bernama Ahmad Fhauzy yang sempat mengalami kejadian gigi tiba-tiba patah saat sedang menggigit dadak merak. Kendati sakit, ia tetap berusaha tampil dan menuntaskan pementasan.

Pembarong lainnya bernama Komo juga pernah mengalami kesulitan ketika mengangkat dadak merak. Pasalnya tiba-tiba ada orang yang naik ke atas dadak merak tersebut.

"Awalnya sampai gemetar, terus lama-lama bisa. Untungnya cuma sebentar naiknya," kata Komo.

Komo sendiri rutin berlatih 3 hari sekali untuk melatih otot. Sebab, pembarong membutuhkan otot yang kuat. Selain itu, dia juga melatih kekuatan giginya. Meski begitu, sudah ada salah satu giginya yang patah akibat sering mengangkat dadak merak.

"Kalau ngangkat dadak merak saja ya enggak terlalu berat, tapi kalau pas menari kena angin itu berat. Apalagi ditambah ada yang naik (penonton)," tukasnya.

Sementara itu, pembarong lainnya bernama Rudi punya kebiasaan khusus sebelum tampil menjadi pembarong. Ia selalu mengolesi krim penghangat atau balsam di bagian leher dan punggung. Tujuannya agar dia tidak mudah keseleo saat tampil.

(pin/pin)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA