Setelah membuka gerbang sejak Oktober, Jepang kedatangan turis 2 kali lipat dibanding sebelumnya. Tercatat hampir setengah juta orang masuk selama Oktober.
Diberitakan CNN, Jumat (18/11/2022) momen itu dimulai pada 11 Oktober. Sejak itu, Jepang kedatangan 498.600 turis. Jumlah tersebut dua kali lipas dibanding bulan September yang berjumlah 206.500.
Sejauh ini, Jepang telah kedatangan 1,52 juta turis. Angka itu sangat jauh kecilnya dibandingkan dengan 31,8 juta pada tahun 2019.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan dibukanya perbatasan sepenuhnya, Perdana Menteri Fumio Kishida mengandalkan pariwisata untuk mengisi ulang perekonomian. Terutama setelah Yen yang berada di level terendah selama 32 tahun terhadap Dolar.
Kishida mengatakan pemerintah berencana menarik 5 triliun yen (USD 35,8 miliar) dalam pengeluaran turis tahunan. Tetapi mereka menyadari mungkin terlalu jauh untuk menjembatani sektor yang layu selama pandemi. Juga pekerjaan hotel turun 22% antara 2019 dan 2021, dan pekerja layanan yang menemukan pekerjaan lain mungkin sulit untuk dibujuk kembali bekerja di pelayanan.
Jepang juga berharap kepada kedatangan turis China. Bagaimana tidak, sebanyak 9,5 juta orang China datang ke Jepang pada 2019, sekitar sepertiga dari semua pengunjung. Namun karena Covid-19 menyebar di China, kementerian budaya dan pariwisata mengatakan pada hari Selasa bahwa perjalanan kelompok lintas batas masih ditangguhkan.
Yen turun, pencarian hotel Jepang meningkat
Agoda memperlihatkan bahwa pencarian hotel melonjak 16 kali lipat antara Januari-Oktober untuk Jepang. Terutama oleh pelanggan di Korea Selatan, Taiwan, Hong Kong, dan Singapura.
"Kami melihat yen yang lemah dengan cara yang positif. Banyak pencarian yang masuk, dan saya pikir sebagian yen yang lemah adalah alasannya," kata Hiroto Ooka, kepala perusahaan Asia Utara yang berbasis di Jepang.
Jepang akan membuka pelabuhan
Jepang mengatakan pada hari Selasa bahwa akan membuka kembali pelabuhannya untuk kapal pesiar mulai Maret 2023. Sekitar 166 kapal dijadwalkan untuk berkunjung tahun depan, kelompok industri Japan International Cruise Committee (JICC).
(sym/fem)
Komentar Terbanyak
Bangunan yang Dirusak Massa di Sukabumi Itu Villa, Bukan Gereja
Aturan Baru Bagasi Lion Air, Berlaku Mulai 17 Juli 2025
Brasil Ancam Seret Kasus Kematian Juliana ke Jalur Hukum