Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Jumat, 02 Des 2022 07:12 WIB

TRAVEL NEWS

Pemrov Sumbar Akan Percantik Lembah Anai, WALHI Minta Disetop

Syanti Mustika
detikTravel
Lembah anai padang panjang sebagai hutan yang dilindungi dan menjadi objek wisata di Nagari Singgalang, Kecamatan Sepuluh Koto, Kabupaten Tanah Datar, Propinsi Sumatra Barat. lembah anai ini banyak dikunjungi wisatawan mancanegara maupun local ,sepanjang lembah anai sejuk dikelilingi pemandangan yang sangat indah. File/detikFoto.
Pemandangan di Lembah Anai (Kontributor Gus Mun)
Jakarta -

Pemerintah Sumbar berencana akan membangun plaza dan merekonstruksi kawasan wisata Lembah Anai. Rencana ini pun menjadi sorotan dari WALHI Sumbar.

Dalam rapat bersama Dispar Sumbar yang berlangsung Rabu (23/11) silam, Kepala Dinas Pariwisata Luhur Budianda memaparkan Project Plan yang akan menjadi solusi dalam upaya optimalisasi potensi Wisata Air Terjun Lembah Anai.

"Jadi nanti kita akan coba rencanakan membuat jalur opsional ke air terjun, sehingga kita bisa membangun plaza yang bisa menjadi tempat untuk berwisata tanpa mengganggu bangunan yang sudah ada. Gorong-gorong air terjun juga akan kita perdalam untuk mengatasi limpahan air terjun, tanpa meninggalkan nilai estetikanya," jelas Budi.

Rencana pembangunan ini pun mendapatkan reaksi keras dari WALHI Sumbar karena kebijakan ini tidak memperhatikan dampak yang akan ditimbulkan, salah satunya adalah dampak korban jiwa yang semakin banyak ditimbulkan bila terjadi bencana.

"WALHI menentang program yang dilakukan oleh Dispar, pertama karena kegiatan sekarang itu tidak menjawab persoalan yang terjadi hari ini di Lembah Anai. Kenapa? Lembah Anai adalah daerah yang sangat rawan sekali terhadap bencana baik itu bencana longsor, banjir ataupun banjir bandang," ungkap Tommy Adam, Kepala Departemen Advokasi dan Lingkungan Hidup WALHI Sumbar saat dihubungi detikcom, Kamis (1/12/2022).

Tommy menambahkan baik adanya ide membangun apakah itu plaza ataukah itu alun-alun, tetap saja itu kegiatan yang sangat beresiko terhadap pengunjung yang akan datang ke sana.

"Karena ketika alun-alun itu dibangun akan mendatangkan orang banyak atau menghimbau orang banyak untuk datang, padahal lokasi ini adalah lokasi yang rawan sekali bencana. Pertanyaannya, jika bencana terjadi siapa yang akan bertanggung jawab?" tambahnya.

Selanjutnya WALHI lebih mendorong bagaimana memperhatikan persoalan utama itu termasuk memperhatikan kerusakan alam di hulu dan melakukan perbaikan. Itu yang seharusnya menjadi agenda prioritas dari Pemprov Sumbar.

"Perlu kembali dicermati bagaimana ide membangun alun-alun itu, karena luas lahan yang ada di lembah Anai yang bukan kawasan hutan itu sangat sedikit karena kiri kanan itu sudah habis oleh cagar alam Anai dan kawasan hutan lindung. Artinya apakah itu plaza ataupun alun-alun tetap saja beresiko terhadap pengunjung yang akan datang," kata dia.

"Seharusnya pemanfaatan di sekitar cagar Anai termasuk lembah Anai dilakukan secara terbatas. Jadi harus ada studi kelayakan dahulu karena tidak mungkin mengumpulkan banyak orang di sana," dia menjelaskan.

Tommy menegaskan bahwa WALHI mengambil sikap tegas menolak pembangunan walaupun ada kajiannya.

"Kalaupun itu akan dibangun dan telah dilakukan kajian WALHI tetap menolak pembangunan karena kegiatan ini mengumpulkan orang banyak di daerah rawan bencana," ujar dia.



Simak Video "Erupsi Gunung Marapi Sumbar, 40 Orang Tengah Mendaki"
[Gambas:Video 20detik]
(sym/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA