Cara Bandara di Oman Selamatkan Turis-turis yang Terjebak Perang

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Cara Bandara di Oman Selamatkan Turis-turis yang Terjebak Perang

Bonauli - detikTravel
Senin, 09 Mar 2026 20:10 WIB
Bandara Muscat, Oman
Ilustrasi bandara Oman (Getty Images/Ivan Savini)
Muscat -

Sejak pecahnya konflik di Timur Tengah, Oman menjadi oase di tengah kekacauan, menyelamatkan turis dan warga asing yang terjebak. Dengan strategi jitu, Bandara Internasional Muscat memastikan evakuasi tetap lancar dan aman di tengah lonjakan penerbangan.

Dengan kondisi itu, konsekuensinya terjadi lonjakan penerbangan dari Bandara Internasional Muscat. Agar penerbangan tetap lancar, pengelola bandara bertindak tegas.

Otoritas bandara meminta operator jet pribadi untuk menahan diri dari penerbangan tambahan. Fokus utama bandara saat ini adalah melayani penerbangan pemerintah dan komersial yang terjadwal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut email yang dilihat Reuters, langkah itu dilakukan karena adanya penutupan wilayah udara baru yang membatasi upaya kawasan meningkatkan perjalanan penerbangan komersial.

ADVERTISEMENT

"Karena langkah-langkah manajemen krisis saat ini, pergerakan penerbangan dibatasi hanya untuk layanan terjadwal musiman yang disetujui," pernyataan Bandara Internasional Muscat.

Langkah itu bertujuan mengurangi kemacetan di bandara sekaligus memastikan kapasitas tetap aman dan terkendali. Email tersebut meminta semua maskapai dan operator pesawat charter untuk membatalkan slot penerbangan di luar jadwal yang disetujui, serta menahan diri dari permintaan penerbangan baru sampai ada pemberitahuan lebih lanjut.

Satu-satunya pengecualian adalah penerbangan repatriasi yang disponsori kedutaan. Itu pun setelah dipastikan mendapatkan persetujuan jalur diplomatik dan tanpa penjualan kursi komersial.

Ya, konflik yang melibatkan AS, Israel, dan Iran telah menyebabkan pembatalan penerbangan di seluruh Timur Tengah, memaksa maskapai dan pemerintah bekerja keras untuk mengevakuasi ribuan penumpang.

Dengan sebagian besar wilayah udara masih ditutup karena ancaman rudal dan drone, banyak turis beralih ke jet pribadi. Penerbangan charter dan layanan komersial terbatas menjadi pilihan bagi mereka yang bergegas keluar dari kawasan konflik.

Harga penerbangan meningkat drastis dan penumpang harus cepat menuju bandara atau melintasi daratan ke pusat-pusat yang lebih aman. Di beberapa penerbangan, bahkan terlihat jet tempur mengawal penumpang demi keselamatan mereka.

Oman, dengan manajemen krisis yang terkoordinasi, menunjukkan bagaimana bandara bisa menjadi penyelamat bagi turis yang terjebak konflik, sekaligus memastikan operasi tetap aman dan tertib.




(bnl/wsw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads