×
Ad

Penumpang Hamil Curhat Kesal Pramugara Tolak Angkat Koper

Femi Diah - detikTravel
Sabtu, 24 Okt 2026 14:32 WIB
Ilustrasi bagasi pesawat (Getty Images/Nansan Houn)
Jakarta -

Seorang influencer kebugaran asal Australia kesal gegara seorang pramugara menolak membantu mengangkat koper kabinnya ke kompartemen bagasi di atas kepala. Dia menyatakan butuh bantuan karena sedang hamil.

Dominique Elissa (31) menceritakan pengalaman tersebut dalam podcast Big Small Talk yang dipandu Sarah Jane Adams. Ia mengatakan peristiwa itu terjadi dalam sebuah penerbangan yang tidak disebutkan maskapainya.

"Saya sedang dalam penerbangan beberapa waktu lalu. Saya bertanya kepada pramugara, 'Bisakah Anda membantu meletakkan tas saya di atas kepala? Saya sedang hamil,'" ujar Elissa dikutip dari New York Post, Sabtu (24/10/2026).

Namun, menurut Elissa, pramugara tersebut menolak membantunya.

"Dia bilang, 'Kalau Anda tidak bisa mengangkatnya, saya tidak bisa membantu, maaf.' Dia benar-benar tidak membantu saya. Dia seorang pria," ujar Elissa.


Elissa kemudian menjelaskan bahwa dirinya sedang hamil. Dia juga mengatakan pernah mengalami cedera saat mengangkat barang.

"Saya sebenarnya sedang hamil. Saya akan sangat menghargai jika Anda bisa membantu karena terakhir kali saya mengangkatnya, saya cedera," kata dia.

Alih-alih membantu, Elisa menyebut, pramugara itu memintanya memasukkan koper tersebut ke bagasi pesawat jika ia tidak mampu mengangkatnya sendiri.

"Dia bilang, 'Kalau Anda tidak bisa mengangkat tas ke atas kepala, Anda harus memasukkannya ke bagasi.' Padahal, itu bukan tas yang besar," ujar Elissa.

Pengalaman tersebut membuat Elissa sangat terkejut dan merasa tidak dihormati sebagai perempuan hamil.

Namun, sejumlah pramugari justru membela keputusan kru tersebut di kolom komentar Instagram Elissa. Mereka mengatakan awak kabin memang memiliki alasan keselamatan dan aturan kerja untuk tidak mengangkat barang bawaan penumpang.

"Alasannya karena secara teknis kami belum mulai bekerja sampai pintu boarding ditutup. Jadi, kalau kami cedera saat proses boarding, kami tidak mendapatkan kompensasi kecelakaan kerja," tulis seorang pramugari.

Komentar lain juga mengkritik Elissa. "Kamu sendiri baru saja mengatakan bahwa kamu pernah cedera saat mengangkat tasmu. Kalau tidak bisa menangani barang bawaan sendiri, masukkan saja ke bagasi. Itu gratis. Kehamilan bukan disabilitas," tulis seorang netizen.

Di sisi lain, ada pula yang bersimpati kepada Elissa. "Kalau saya ada di sana, saya akan langsung berdiri dan membantumu. Sungguh memalukan!" tulis seorang perempuan.

Persoalan pramugara mengangkat barang penumpang memang telah lama menjadi perdebatan di dunia penerbangan. Taylor Garland, juru bicara Association of Flight Attendants-CWA, mengatakan awak kabin dilatih untuk tidak mengangkat bagasi milik penumpang karena aktivitas tersebut merupakan salah satu penyebab utama cedera.

"Pramugari dilatih untuk tidak pernah mengangkat bagasi penumpang karena itu merupakan penyebab utama cedera," kata Garland kepada Inside Hook.

Menurutnya, cedera yang dialami awak kabin tidak hanya berdampak pada kesehatan dan kondisi ekonomi mereka, tetapi juga dapat menyebabkan penerbangan mengalami keterlambatan hingga pembatalan.



Simak Video "Video: Turki Bakal Denda Penumpang yang Berdiri Sebelum Pesawat Berhenti"

(fem/fem)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork