Tips Aman Jalan Kaki di Tengah Hutan Belantara Sulawesi

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Tips Aman Jalan Kaki di Tengah Hutan Belantara Sulawesi

Hari Suroto - detikTravel
Selasa, 28 Apr 2026 16:41 WIB
Taman Nasional Bogani Nani Wartabone
Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (dok. Hari Suroto/Istimewa)
Manado -

Hutan rimba Sulawesi awalnya agak menakutkan, tetapi ini tempat yang sangat keren untuk dijelajahi. Berikut tips aman saat trekking di sana.

Hutan Sulawesi tidak punya hewan buas seperti harimau, tetapi ular sanca sepanjang delapan meter dan ular berkamuflase di dedaunan kering, seperti ular kobra ada di hutan pulau ini.

Tips bagi traveler yang hobi trekking di hutan atau menjelajah hutan dalam satu hari tanpa berkemah (jungle camp) yaitu jangan sentuh hewan liar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jangan tinggalkan apapun di hutan. Sampah dan sisa makanan tidak boleh ditinggalkan di hutan. Hal ini menimbulkan resiko besar dan membahayakan hewan, serta lingkungan.

Tetaplah berada di jalur hutan yang telah ditandai. Dengan cara ini traveler melindungi habitat asli hewan dan tumbuhan.

ADVERTISEMENT

Kenakan alas kaki yang nyaman. Hutan Sulawesi memiliki banyak jalan setapak alami tanah berbatu yang bisa sedikit licin. Pastikan traveler mengenakan sepatu yang nyaman untuk berjalan.

Bawalah air, di siang hari, suhunya bisa cukup panas. Jangan lupa membawa air minum agar tetap terhidrasi saat trekking.

Ada banyak hewan kecil yang akan menggigit, menyengat, menghisap, dan umumnya membuat traveler tidak nyaman, yang paling umum adalah nyamuk dan lintah.

Nyamuk bisa sangat mengganggu, obat oles anti nyamuk sangat penting. Lintah tidak menyukai tembakau, larutan tembakau dapat dioleskan pada bagian kaki sebelum melakukan perjalanan, tetapi tidak boleh terlalu banyak.

Pakaian harus longgar, serta cepat kering. Hindari denim atau katun sama sekali. Bawa pakaian ringan yang menutupi seluruh tubuh. Bawalah tas pinggang tahan air atau tas bahu yang lebih kecil untuk menyimpan air minum, ponsel, snack dan beberapa obat-obatan penting.

Bawalah hanya barang-barang yang diperlukan, jangan membawa terlalu banyak barang, traveler mungkin akan menyesal setelah perjalanan panjang.

Usahakan untuk tidak membuat suara yang tidak perlu, traveler mungkin malah menarik banyak perhatian dari hewan. Jangan gunakan lampu kilat saat mengambil gambar apa pun. Usahakan untuk tidak membawa banyak makanan manis (cukup permen pelega tenggorokan), karena dapat menarik serangga.

Tidak ada yang suka diganggu tanpa alasan, jauhi hampir semua hal karena hewan dan serangga telah mengembangkan kamuflase tertentu di alam.

Cobalah untuk tidak menarik tanaman rambat, atau menyentuh kulit pohon, traveler mungkin tidak tahu apa yang bisa muncul untuk mengejutkan, tiba-tiba muncul ular. Perhatikan segala sesuatu di sekitar.

Jika traveler tersesat di hutan, ingatlah untuk berhenti, jangan panik, luangkan waktu untuk berpikir, amati lingkungan sekitar, dan rencanakan jalan keluar.

Sebelum trekking ke hutan, dianjurkan melapor ke pihak terkait seperti pengelola taman nasional dan selama perjalanan didampingi oleh pemandu berpengalaman atau warga lokal setempat.

--------

Artikel ini ditulis oleh Hari Suroto. Penulis bekerja di Balai Pelestarian Kebudayaan Sulawesi Utara.




(wsw/wsw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads